Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Selain memiliki keindahan, seni kaligrafi terkandung nilai-nilai syiar agama Islam. Karya Seni kaligrafi menuntun orang bisa belajar membaca dan memahami Al-Qur’an.
Penegasan disampaikan oleh Moh. Khotami HS selaku Pengurus Pendidikan, Pengajaran, dan Pengembangan Keilmuan (P2PK) Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep saat ditemui oleh NU Online Sumenep, Senin (07/03/2022) di kantornya.
Khotami mengatakan kaligrafi merupakan seni Islam yang sangat tinggi nilainya. Kaligrafi tidak hanya mencakup manual tulisan Arab (Al-Qur’an maupun Hadits) saja, tetapi terdapat juga ornamen dan hiasan yang indah.
“Dalam hadits nabi terdapat perintah untuk memperbagus tulisan (khat), niscaya akan terbuka pintu rizki. Jadi berkarya seni ini akan terlihat syiar, begitu pula maisyah-nya,” tandas alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini.
Menurut pria asal Bilapora Rebba tersebut, saat ini dunia kaligrafi mengalami kemajuan. Bukan saja para seniman yang terus berkarya melainkan minat santri terhadap kaligrafi semakin tinggi di Annuqayah Lubangsa.
“Di Annuqayah Lubangsa ini, para santri dilatih untuk mengembangkan seni kaligrafi. Bahkan ada santri yang telah menggarap hiasan kaligrafi untuk masjid-masjid.” terangnya.
Di kalangan pelajar, ujar alumni Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini, sangat meningkat peminatnya. Sekarang ini, belajar kaligrafi sudah banyak diminati oleh pelajar putri.
“Kalau dulu hanya pelajar putra, sekarang ada kemajuan. Pelajar putri juga memiliki kemampuan yang baik,” katanya mengapresiasi.
Untuk meningkatkan kemahiran pelajar, Khotami menilai banyaknya event-event lomba akan menumbuhkan semangat berkompetisi serta mengasah ketrampilannya menulis kaligrafi.
“Lebih sering ada lomba, kemampuan mereka akan lebih dalam berlatih dan memiliki jam terbang yang banyak,” tegsnya.
Khotami berharap madrasah atau sekolah melakukan pembinaan kepada anak didiknya dengan pembimbing khusus yang membidangi seni kaligrafi.
Untuk diketahui, karya kaligrafi ini juga dipajang setiap minggunya di Galeri Pesantrian yang merupakan wadah seni kaligrafi santri Annuqayah Lubangsa untuk mengenalkan pada khalayak terutama kepada orang tua santri.
Editor : Ach. Khalilurrahman

