Image Slider

Konferensi XI, MWCNU Dungkek Siap Bangun Perabadan Warga NU

Dungkek, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dungkek menggelar Konferensi XI, Sabtu (12/3/2022) di Pondok Pesantren Anwarur Abror, Desa Jadung kecamatan setempat.

Forum permusyawaratan lima tahunan tersebut digelar dengan mengusung tema “Optimalisasi Jam’iyah untuk Membangun Peradaban Nahdliyin”. Sesuai dengan temanya, MWCNU Dungkek bertekad untuk membangun peradaban yang lebih baik, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama Dungkek.

Rais MWCNU Dungkek, KH. Roji Fawaid Baidlowi menuturkan, bahwa momentum Konferensi harus dimanfaatkan untuk melahirkan beberapa keputusan organisasi yang mampu mewujudkan peradaban lebih baik.

“Konferensi bukan hanya menjadi rutinitas lima tahunan. Tetapi harus dimanfaatkan untuk mewujudkan peradaban MWC yang lebih baik ke depan. Melalui beberapa konsensus organisasi,” ujarnya.

Pengasuh Pesantren Anwarul Abror Jadung Dungkek tersebut juga berharap, apapun yang disepakati organisasi dalam pelaksanaan konferensi, bisa menjadi obat atau solusi untuk menjawab beberapa persoalan yang dihadapi.

“Apapun yang menjadi keputusan konferensi nanti, walaupun pahit menjadi obat untuk perkembangan NU,” imbuhnya.

Kiai Fawaid, begitu ia akrab disapa, menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen NU, utamanya Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Dungkek yang telah turut serta membangun NU Dungkek bersama-sama.

“Terimakasih kepada seluruh ranting yang telah membantu perkembangan NU di Kecamatan Dungkek, semoga hidup kita diberikan keberkahan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq mengatakan, Konferensi MWCNU Dungkek terbilang murni. Dalam arti berbeda dengan pelaksanaan konferensi lain yang di dalamnya terdapat praktik politik uang.

“Ini merupakan konferensi yang murni, berbeda dengan konferensi lain yang menggunakan praktik politik uang,” pungkasnya.

Kiai Pandji berharap, momen konferensi tersebut bisa membuka pikiran para peserta konferensi untuk berbuat yang lebih baik.

“Bisa membuka pikiran kita bersama dalam pelaksanaan konferensi, untuk kebaikan NU di masa mendatang,” terangnya.

Guna mewujudkan peradaban NU yang lebih baik, Kiai Pandji juga berpesan agar mampu membangu sinergitas yang kuat dengan berbagai elemen. Seperti halnya elemen pemerintah setempat, baik kecamatan maupun desa.

“Ini dalam rangka menguatkan sinergi antara ulama dan umara. Sebab NU didirikan atas semangat keberagamaan dan kebangsaan,” imbaunya.

Sinergi tersebut, menurut Kiai Pandji bisa direalisasikan dalam kegiatan pertemuan rutin atau kompolan, baik di tingkat MWCNU maupun PRNU.

“Mengikutsertakan pemerintah setempat dalam acara kompolan rutin ini perlu kita galakkan. Menggelar doa bersama untuk para pemimpin dan para muassis,” pungkasnya.

Diketahui, Konferensi XI MWCNU Dungkek dihadiri oleh jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, MWCNU Dungkek, lembaga serta badan otonom di lingkungan MWCNU Dungkek.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga