Pragaan, NU Online Sumenep
Ach Zubairi Karim, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengatakan, tugas utama NU adalah menyiarkan agama dan merawat negara dan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan di acara Sumenep Menyapa yang dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Agung Damar Pakamban Daya, Sumenep, Selasa (19/04/2022).
“Paling berat adalah menyiarkan agama Islam di seluruh dunia. Mengapa? Agar agama Islam yang berkembang di Indonesia ala thariqati Ahlussunnah wal Jamaah. Amaliyah ke-NU-an, seperti tarawih 20 rakaat, qunut, tahlilan, ziarah kubur, shalawatan dan semacamnya bagian dari dakwah NU agar Islam mengakar di hati masyarakat,” ujarnya saat memberi pengarahan di hadapan pengurus ranting, anak yatim, dhuafa, janda tua, dan guru ngaji.
Dijelaskan pula, tahlil adalah budaya, tetapi isinya agama. Agama Islam duduk di atas tradisi. Sedangkan budaya adalah infrastruktur agama. Jika tidak demikian, tragedi berdarah di Timur Tengah terjadi kapanpun.
“Mengapa Indonesia tidak seperti negara di Timur Tengah? Karena tradisi ke-NU-an melebur di tengah-tengah masyarakat, seperti maulidan yang tidak hanya dilakukan di masjid ataupun mushala, tetapi masuk ke rumah-rumah warga di pedesaan. Jadi, Islam yang sesungguhnya ada di Indonesia,” tuturnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu menyatakan, tugas NU kedua adalah merawat negara dan masyarakat. Maksudnya, warga NU harus tunduk dan patuh pada konsensus negara yang dikenal dengan kekuatan empat pilar, sebagaimana dikatakan oleh KH Maimun Zubair yaitu PBNU.
“Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Tak usah diperdebatkan lagi, Pancasila sudah disepakati oleh alim ulama dan founding father, hingga bentuknya darussalam. Ingat, Indonesia bukan darul Islam,” sergahnya.
Zubairi mengajak pada pengurus NU agar memikirkan masyarakat agar mereka tidak lapar dan sakit. Ia menegaskan, jangan sekali-kali mengaku umat beragama, sedangkan tangannya tidak sampai ke anak yatim dan dhuafa.
“Oleh karena itu, peran NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) membutuhkan dukungan dari masyarakat, khususnya aghniya, pedagang dan pemerintah. Juga Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) memikirkan masyarakat agar warga yang sehat tidak sakit. Untuk itu kami memberikan layanan thibbun nabawi lewat jalur jamu herbal dan sejenisnya. Jika sakit berlanjut, periksakan ke Klinik NU Pragaan yang sudah membuka pelayanan BPJS dan Kartu Sehat NU,” tandasnya.

