Dasuk, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep kembali menggelar program Ngaji Kesehatan. Kali ini topik yang dibahas berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan stunting.
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 kader Fatayat NU itu berlangsung di Pondok Pesantren Nurud Dhalam, Dasuk Timur, Dasuk, pada Ahad, (21/8/2022).
Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny. Dina Kamilia mengungkapkan bahwa program ngaji kesehatan digelar setiap bulan dengan berpindah-pindah antar PAC. Sasaran utamanya yakni remaja putri di pesantren dan kalangan ibu muda. Menurutnya kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan stunting sangat penting dipelajari.
“Kesehatan reproduksi dan pengetahuan tentang pencegahan stunting urgen bagi kaum perempuan. Sejak dini hal ini harus disampaikan sebagai bekal untuk menjaga kesehatan reproduksi demi lahirnya generasi berkualitas,” ujar Nyai Dina, sapaan akrabnya.
Ketua Bidang Kesehatan Lingkungan PC Fatayat NU Sumenep, dr. Virzannida Busyro mengatakan bahwa kesehatan reproduksi remaja adalah bagian urgen bagi kelangsung hidup pada calon pengantin.
“Di dalamnya meliputi screening pranikah, itu adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk menuju persiapan pernikahan dan kehamilan yang sehat dan terencana. Mengantisipasi kesakitan, kecacatan rohani atau jasmani, kematian atau untuk menuju kesehatan baik ibu dan bayi yang baru lahir,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Dokter Umum di UPT Puskesmas Gapura itu juga menjelaskan beberapa tahapan yang dilakukan dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja melalui screening pranikah. Pertama yakni persiapan fisik atau pemeriksaan status kesehatan fisik.
“Kedua, persoalan gizi melalui peningkatan kualitas status gizi calon pengantin. Terutama perempuan dengan melalui penanggulangan kekurangan energi kronis, anemia gizi besi dan defisiensi asam folat,” jelasnya.
Kemudian yang ketiga, lanjut dr. Virza, pemberian imunisasi. Pencegahan dan perlindungan diri yang aman terhadap penyakit tetanus dilakukan dengan pemberian 5 dosis imunisasi TT. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kekebalan penuh.
Keempat, menjaga kesehatan reproduksi. Seperti, rutin mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari, tidak menggunakan pakaian dalam yang ketat dan berbahan non sintetik.
“Juga membersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk atau tisu. Handuk yang dipakai harus handuk bersih, kering dan tidak lembab/bau,” terangnya.
dr. Virza juga menjelaskan cara menjaga kebersihan alat kelamin. Untuk laki-laki dianjurkan disunat karena lebih menyehatkan. Kemudian untuk perempuan tidak boleh terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina.
“Jangan memakai pembalut tipis dalam waktu lama. Pergunakan pembalut ketika menstruasi dan diganti paling lama setiap 4 jam sekali atau setelah buang air. Bagi perempuan yang sering keputihan, berbau dan berwarna harap memeriksakan diri ke petugas kesehatan,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

