Banyak sekali cerita-cerita lucu yang dialami oleh beberapa santri. Sejak berada di pendidikan keluarga hingga sampai ke pesantren, anak-anak Madura sejak dini ditanamkan rasa ta’zim pada orang tua dan guru. Tak heran, dawuh dan perintah guru selalu diikuti.
Saking patuhnya pada kiai, pekerjaan membelah kayu bakar pakai kapak, memikul batu, ngecor bangunan, mengaduk bahan material bangunan, mencuci pakaian, menyetrika pakaian kiai, hingga membersihkan kamar mandi, sudah menjadi kewajiban bagi santri guna ngalap berkah.
Di balik itu, terkadang apa yang dilakukan santri, mengundang gelak tawa kiai. Termasuk yang dialami oleh Kiai Ahmad (nama samaran) dan santri Mujib (nama samaran). Kala itu Kiai Ahmad menyuruh santrinya untuk membeli pil super tetra. Beberapa lama kemudian, santri itu datang kepada kiai dengan menghaturkan silet tatra.
“Apa ini,” tanya sang kiai pada santrinya.
“Silet tatra yai,” jawab santri sembari menundukkan kepalanya.
“Pil super tetra, bukan tatra. Orang sakit perut kok dibelikan silet. @#¥%@*,” jawab kiai Ahmad.

