Pragaan, NU Online Sumenep
KH Zarkasyi Abdurrahim, Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan menegatakan, jika Eropa punya abad Renaissance. Sedangkan NU punya masa kebangkitan ulama lewat ilmu agama dan ilmu pengetahuan.
Pernyataan ini disampaikan saat memberikan pengarahan pada acara Tasyakuran 1 Abad NU yang dihelat oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pakamban Daya, Pragaan, Sabtu (28/01/2023) di Masjid Darul Inabah, Preng Tale.
Ia menegaskan, sebuah organisasi akan berkembang, maju dan bisa diterima oleh warga dunia lantaran ilmu. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada pengurus NU dan Nahdliyin lainnya untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya agar jam’iyah berkembang seperti halnya dicontohkan oleh muassis NU, yakni Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KHR As’ad Syamsul Arifin, KH Bisri Syansuri, KH Ridwan Abdullah, dan lainnya.
Ketika tidak belajar atau haus terhadap ilmu, kata beliau, maka sulit untuk maju. Artinya, segala sesuatu yang diberikan pada jam’iyah harus didasari dengan ilmu. Karena muassis pendahulu mengedepankan ilmu, bukan dengan ego.
Kiai Zarkasyi menyatakan, perjuangan NU dalam mempertahankan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dari masa ke masa, tidak hanya berskala nasional, tetapi internasional atau NU sudah mendunia. Hal ini karena para masyayikh menggunakan ilmu.
Berkat ilmu, lanjutnya, NU diakui oleh bangsa. Bahkan NU dikenal dunia internasional dan patut dijadikan barometer warga dunia dalam berbagai macam bidang. Tak heran di beberapa negara, didirikanlah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).
“Selain berkhidmat, shalatlah ke Allah, bershalawat lah kepada Rasulullah dan perbanyak silaturrahim agar trilogy ukhuwah tetap terjaga,” tandasnya.
Editor: Ach Khalilurrahman

