Dungkek, NU Online Sumenep
KKN Integratif Institut ilmu keislaman Annuqayah (INSTIKA) melakukan praktik pengolahan sampah dengan mendatangkan kepala UPT. Jatian PP. Annuqayah daerah Lubangsa Kamis (14/09/23) di balai desa setempat.
Ketua KKN Integratif Instika posko 53 Muhammad Hafil Mangkudilaga mengatakan, dalam kegiatan praktik ini pihaknya sengaja mendatangkan santri yang pernah belajar langsung tentang pengelolaan sampah yang belajar ke Yogjakarta tepatnya di desa Panggungharjo Bantul Yogjakarta.
“Bapak Haryadi ini sengaja kami datangkan secara langsung dikarenakan ia pernah belajar ke Yogjakarta tentang pengeloaan sampah, khususnya yang ada di desa. Yakni di daerah Panggungharjo Bantul Jogjakarta,” katanya kepada seluruh hadirin.
Dalam praktik Haryadi menjelaskan kembali tentang macam-macam sampah yang terbagi menjadi delapan macam. Cuma biasanya dibagi menjadi lima macam sampah.
“Sampah itu ada delapan macam dan yang kami kelola di pondok kami hanya lima macam dan sampah tersebut kami olah menjadi berbagai macam olahan yakni dibuat paving, obat taman dan lain semacamnya,” ungkapnya.
Tidak hanya memberikan penjelasan, Haryadi juga memimpin pratik pengolahan sampah yang disaksikan oleh beberapa undangan seperti perangkat desa, Fatayat, Karang Taruna dan beberapa komunitas lainnya di desa Lapa laok Kecamatan Dungkek.
“Setelah sekian acara kami lakukan semoga diterapkan di rumah-rumah dan ditularkan kepada masyarakat sekitar. Biar masyaraka itu tahu bahwa sampah itu masih mempunyai nilai harga jadi tidak lagsung dibuang sembarang,” ujar Muhammad Hafil Mangkudilaga.

