Pragaan, NU Online Sumenep
Kiai Hasbullah Marzuq selaku Ketua Pimpinan Sidang Pleno IV Musyawarah Ranting (Musran) Pragaan Daya 2 memutuskan bahwa Kiai Atrawi terpilih sebagai Rais Syuriah dan Kiai Munjiyah terpilih lagi ketiga kalinya sebagai Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pragaan Daya 2 masa khidmat 2023-2028, Jumat (15/09/2023) di kediaman ketua terpilih.
Diketahui, 5 kiai yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) sepakat memilih Kiai Atrawi ketiga kalinya sebagai Rais Syuriyah. Berikut anggota Ahwa, KH Maimun Jamal, Kiai Zaihoddin, Kiai Atrawi, Kiai Munjiyah, Kiai Ali Mufi. Sedangkan pemilihan Ketua Tanfidziyah jatuh pada Kiai Munjiyah 17 suara, Sahab 1 suara, Kiai Muhtaram 1 suara, dan tidak sah 1 suara.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan KH A Junaidi Muarif mengucapkan terima kasih kepada panitia Musran Pragaan Daya 2 yang berhasil melaksanakan musyawarah tertinggi di tingkat ranting.
Ia mengharap, kepengurusan baru bisa memaksimalkan program lebih baik lagi dari periode sebelumnya (2018-2023). Baginya, program yang bakal disusun dalam Rapat Kerja (Raker) dan ditetapkan dalam Musyawarah Kerja (Musker) harus sesuai dengan hasil sidang komisi program.
“Cukup mengacu pada hasil sidang komisi program. Kami yakin program yang tersusun akan berjalan baik,” ucapnya kepada rais dan ketua terpilih saat penutupan Musran Pragaan Daya 2.
Tak hanya itu, Kiai Junaidi mengajak kepada pengurus terpilih untuk membentuk Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) berbasis masjid dan mushala.
“Ini PR bagi pengurus baru untuk memperbanyak PARNU setelah tim formatur menyusun struktur kepengurusan masa khidmat 2023-2028,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Rais PRNU Pragaan Daya 2 Kiai Atrawi mengharap kepada semua pengurus dan anggota agar saling bekerja sama demi mengoptimalkan program kerja.
“Jika dikerjakan sama saya sendiri, tentunya tidak mampu. Oleh karenanya kami kerja sama, koordinasi, komunikasinya dalam pengabdian,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PRNU Pragaan Daya 2 Kiai Munjiyah mengucapkan terima kasih kepada panitia Musran, pengurus PARNU, anggota kumpulan dan badan otonom NU yang bermenan menyukseskan acara ini.
“Siapa yang mengurus NU, saya anggap santriku. Siapa yang menjadi santriku, saya doakan khusnul khatimah beserta keluarga dan anak-anaknya,” sitir dawuh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

