Image Slider

Urgensi Mendampingi Umat Memenangi Masa Depan bagi PBNU

Kota, NU Online Sumenep
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) tahun 2023. Berlangsung di dua tempat, yakni Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur dan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Senin-Rabu (18-20 September 2023).

Musyawarah tertinggi kedua setelah Muktamar ini mengusung tema ‘Mendampingi Umat, Memenangi Masa Depan’. Sebuah tema yang memuat agenda besar PBNU dalam menjalankan amanah Muktamar ke-34 di Lampung tahun lalu.

Di forum itu pula, akan dilakukan musyawarah dan pengambilan keputusan terkait langkah konsolidasi lebih lanjut terhadap agenda organisasi. Serta melaksanakan panduan-panduan dari para ulama NU dalam menghadapi berbagai masalah dan dinamika masyarakat ke depan.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa mendampingi umat merupakan keniscayaan bagi Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan. Ia ingin menekankan orientasi khidmat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Agar NU sungguh-sungguh hadir secara nyata dalam kehidupan sehari-hari warga. Tentu dengan membawa manfaat dan mashlahat yang nyata bagi masyarakat,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam Seremonial Pembukaan Munas Konbes NU, Senin, 18 September 2023, di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.

Gus Yahya, sapaan lekatnya meyakini bahwa pelayanan dan pendampingan secara langsung kepada warga masyarakat sangat penting dilakukan oleh Nahdlatul Ulama. Mengingat dunia bergerak begitu cepat dengan ragam tantangan masa depan yang demikian besar. Dengan pendampingan itulah, diharapkan mampu memenangi masa depan.

“Maka kami tak boleh menunggu begitu lama untuk segera bergerak secara strategis. Bersiap-siap untuk menghadapi pergulatan masa depan itu agar kita tidak tertinggal. Bahkan kita bisa memenangi masa depan untuk kemaslahatan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Salah satu wujud daripada pendampingan itu, lanjut Gus Yahya, program Gerakan Keluarga Mashlahat Nahdlatul Ulama (GKMNU). Sebuah pendampingan yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Program itu juga menyasar warga di seluruh Indonesia.

“Dimulai dari daerah-daerah yang selama ini menjadi konsentrasi atau basis utama dari warga Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Oleh karena program tersebut melibatkan ribuan Desa di seluruh Indonesia, maka pihaknya membentuk Dewan Pengampu GKMNU. Terdiri dari 5 tokoh berpengaruh, di antaranya Presiden RI, Joko Widodo, KH Mustofa Bisri, KH Maruf Amin, Ny Hj Sinta Nuriyah Wahid dan KH Miftachul Akhyar.

Kelima tokoh Dewan Pengampu GKMU itu, menurut Gus Yahya merupakan tokoh-tokoh andalan yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan Nahdlatul Ulama. Sehingga bisa memberikan pendampingan dan mengampu proses-proses pelaksanaan daripada agenda besar tersebut.

“Untuk itu kita akan minta beliau-beliau untuk menerima SK PBNU tentang pengangkatan dewan pengampu yang telah disiapkan,” lanjutnya.

Tidak berhenti sampai di situ. PBNU juga telah mencanangkan dan melaksanakan sejumlah agenda-agenda dalam rangka memenangi masa depan. Seperti menggalakkan beasiswa bagi anak-anak muda NU agar mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

“Juga kami melaksanakan program pengkaderan dalam sistem kaderisasi nasional. Kami juga melakukan konsolidasi dan perbaikan lembaga pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi,” paparnya.

Lebih jauh, Gus Yahya juga menyebut bahwa di dalam agenda memenangi masa depan, dibutuhkan transformasi digital dan teknologi di tubuh NU. Sehingga NU tidak digilas oleh perkembangan zaman yang demikian cepat.

“Kami menargetkan 2024 nanti semua urusan NU, mulai dari komunikasi, surat menyurat, informasi sampai transaksi dilakukan dengan menggunakan teknologi digital. Mudah-mudahan 2024 nanti saya tidak lagi melihat kertas. Karena semuanya dilaksanakan secara digital,” harapnya.

Sebagai informasi, Munas Konbes NU 2023 dihadiri sejumlah tokoh pemimpin dan ulama. Dari kalangan pemimpin, turut hadir Presiden RI, Joko Widodo, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, Ketua DPR RI, Plt Gubernur DKI, dan dinas terkait.

Kemudian dari unsur ulama, turut hadir jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PBNU, PWNU se-Indonesia, serta tidak kurang dari 1500 alim ulama yang akan mengikuti musyawarah dengan ragam pembahasan yang telah disiapkan.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga