Kota, NU Online Sumenep
Apel Hari Santri 2023 yang dihelat di Tugu Pahlawan Surabaya kemarin (22/10/2023), ikon Kota Surabaya itu dipenuhi ribuan jamaah yang mengenakan pakaian putih. Bagi pria menggunakan baju putih dan songkok nasional, sedangkan perempuan mengenakan pakaian muslimah dan kerudung berwarna putih.
Seluruh peserta apel mengikuti alur acara dari awal hingga akhir walaupun di pintu masuk utama, sebagian peserta berdesak-desakan untuk mendapatkan kalung identitas peserta. Jika tidak kebagian kalung tersebut, maka mereka tidak diperkenankan mengikuti apel di dalam Monumen 10 November 1945 ini.
Tua, remaja, dan santri yang datang dari berbagai daerah, putihkan lapangan Tugu Pahlawan sebelum Presiden RI dan Rais ‘Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta pengurus lainnya datang ke lokasi apel.
Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, seluruh peserta sontak memegang dada, ada pula yang hormat seakan-akan di depan ada bendera merah putih yang digerek ke atas tiang. Sebaliknya, di saat Mars Syubbanul Wathan dinyanyikan, tangan terkepal dihentakkan yang memberikan isyarat pada dunia bahwa warga NU rela mati demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Untuk mengenang jasa pahlawan, marilah kita mengheningkan cipta, Mengheningkan cipta dimulai,” kata Presiden Jokowi yang bertindak sebagai komandan apel Hari Santri 2023.

