Kota, NU Online Sumenep
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ikuti Apel Hari Santri 2023 yang dipusatkan di Tugu Pahlawan Subarabaya, (22/10/2023) kemarin. Ketua rombongan Abd Hadi mengatakan, sebanyak 111 peserta asal Sumenep mengikuti apel akbar yang dihelat oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Seluruh peserta terdiri dari 2 pengurus PCNU, 5 orang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), 3 orang Lembaga Ta’lif wan-Nasyar Nahdlatul Ulama (LTNNU), 3 orang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), 2 orang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU, 5 orang NU Care-Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), 2 orang Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), 4 orang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU), 3 orang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU).
Sedangkan dari badan otonom terdiri dari 10 orang Muslimat NU, 10 orang dari Fatayat NU, 7 orang dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor, 3 orang Barisan Ansor Serbaguna (Banser), 10 orang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), 10 orang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), 5 orang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), 4 orang Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU).
“Sisa peserta di luar lembaga dan Banom NU adalah siswa Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama (SMA NU) dan Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU),” terangnya kepada NU Online Sumenep, Senin (23/10/2023).
Kak Hadi sapaannya mengutarakan, seluruh peserta Apel Santri menaiki bus yang sudah disediakan oleh panitia. Tepat pada pukul 21.00 WIB, seluruh peserta apel berkumpul di kantor PCNU. Pada pukul 22.00 WIB, 2 bus diberangkatkan oleh Ketua Panita Hari Santri 2023 PCNU Sumenep, yakni KH Abd Wasid.
“Alhamdulillah perjalanan lancar, namun saat rehatan di Tangkel Bangkalan, bus macet. Kendati demikian, bus bisa diperbaiki dan bisa melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Sekitar pukul 03.00 WIB bus sudah sampai di Surabaya. Dan peserta apel melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Kemayoran Surabaya. Diketahui, masjid tersebut adalah hadiah dari kolonial Hindia Belanda pada masa lalu.
“Syukur alhamdulillah, usai acara apel hari santri, kami bersama rombongan keluar dari area Tugu Pahlawan yang dibangun untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo itu,” tandasnya.

