Kota, NU Online Sumenep
RP H Zainal Abidin Amir, A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menikmati pesta demokrasi dengan riang gembira.
Dalam pernyataannya di acara diskusi ‘Menertawakan Politik Elektoral’, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah diadu domba. Walaupun berbeda pilihan, jangan sampai merobek sendi-sendi etika sosial yang sudah terbangun di tengah-tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita berbeda pilihan presiden lantas menggerus etika sosial kita yang sudah lama terbangun. Kita harus mawas terhadap segala informasi yang datang. Jangan sampai kita menjustifikasi Capres atau Cawapres tertentu berdasarkan media sosial atau berita semata tanpa menelaah lebih jauh. Marilah kita mendukung pilihan kita dengan akal sehat. Di sinilah pentingnya kita seluruh elemen masyarakat melek politik,” ungkap pada audien yang berkumpul di Tanean Cafe Sumenep, Jumat (27/10/2023).
Lebih lanjut Gus Zainal mengatakan bahwa pesta demokrasi 5 tahunan tidak ubahnya permainan. Namanya permainan tentu harus dinikmati dengan riang. Setiap permainan akan menghasilkan si menang dan si kalah.
“Siapa pun presiden dan wakil presiden terpilih nanti itulah pilihan masyarakat Indonesia. Saya juga mengajak para kontestan politik di semua tingkatan dapat berkompetisi dengan sehat tanpa ada kecurangan. Yang menang jangan jumawa dan yang kalah tidak boleh bersedih hati. Tentu yang menang nanti wajib melaksanakan roda pemerintah dengan baik sesuai amanat yang diberikan rakyat,” terangnya.
Diskusi yang dihelat oleh Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (IKASUKA) Sumenep ini juga menghadirkan Rektor Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk sebagai pembicara. KH Muhammad Husnan A Nafi’ mengajak mengajak para pendukung Capres dan Cawapres adu gagasan. Bukan malah adu domba sehingga memunculkan kebencian.
“Kita dapat melihat di media sosial misalnya, sudah muncul kampanye hitam yang menjelek-jelekkan pasangan Capres-Cawapres yang akan berlaga. Harusnya para pendukung ini menguatkan dukungannya dengan narasi positif. Kalau berani adu gagasan, bukan adu urat saraf dan mencari-cari kesalahan Paslon secara pribadi. Yang begitu tidak baik untuk kesehatan demokrasi kita,” tegasnya.
Di saat yang sama, Ketua IKASUKA Sumenep Fathol Haliq mengajak mengajak kepada masyarakat Indonesia agar tidak mudah diadu domba. Karena namanya pesta demokrasi adalah tentang keriang-gembiraan.
Dalam sudut pandangnya, Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura ini mengimbau agar tidak saling menjatuhkan karena pebedaan pilihan politik ujung-ujungnya tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali ketidakpercayaan, pertengkaran, polarisasi, dan keretakan hubungan antar anak bangsa.
“Walaupun kita berada di daerah, kita dapat menyuarakan untuk pasangan Capres-Cawapres dan para pendukungnya untuk berpolitik secara sehat. Untuk merebut hati masyarakat tentu dapat dilakukan dengan cara yang benar. Bukan malah menimbulkan polarisasi seperti pemilu-pemilu sebelumnya,” ucapnya.

