Image Slider

Pesantren Nurud Dhalam Ganding Siap Lahirkan Santri Mandiri

Ganding, NU Online Sumenep

Keberadaan Pondok Pesantren Nurud Dhalam Ganding sebagai salah satu lembaga pendidikan ternama di Sumenep Madura memiliki peran penting dalam melahirkan santri yang mandiri di masyarakat.

Upaya tersebut terus dilakukan pesantren dengan menjaga hubungan yang baik dengan alumni. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Raden Faqih Alawi dalam acara Reuni Angkatan Muda Nurud Dhalam, Rabu (03/04/2024).

“Ini adalah cara pesantren menjaga hubungan, menjalin komunikasi yang baik, menjaga almamater, untuk bergandengan tangan saling membantu sesama,” ujarnya usai acara.

Ra Faqih, sapaan akrabnya, berharap anak muda selepas dari pendidikan pesantren bisa terus bergerak sebagai penentu masa depan di tengah masyarakat, sehingga tetap menjadi pemuda yang berprestasi dan beraksi.

“Saya berharap anak muda ini yang akan memulai untuk bergerak sebagai penentu masa depan, pemuda yang berprestasi dan pemuda yang beraksi,” ucapnya.

Cucu pendiri Pesantren Nurud Dhalam Ganding ini mengaku keberadaan santri selama di pesantren cukup baik. Menurutnya, kebudayaan dan keagamaan menjadi identitas yang melekat bagi santri.

“Santri dan alumni di sini prestasinya cukup baik, setelah lulus dari pesantren tetap bisa menjaga dan menghargai kebudayaan di masyarakat sesuai ajaran agama,” ungkapnya.

Lulusan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini berkomitmen dapat melahirkan alumni pesantren yang dapat melestarikan kebudayaan sekaligus tetap berprestasi dalam keilmuan. “Kami ingin melahirkan lulusan yang menghargai kebudayaan sekaligus juga berprestasi dalam bidang keilmuan,” harapnya.

Menariknya, selama di pesantren menurut Ra Faqih para santri juga dibekali kemandirian ekonomi melalui unit koperasi yang dikelola oleh santri. “Para santri diajari kemandirian ekonomi yang kami latih melalui pengembangan koperasi dan unit usaha yang diproduksi dan dikelola oleh santri,” kata Ra Faqih.

Lebih lanjut, Ra Faqih menyebutkan bahwa selain kemandirian ekonomi, pengajaran kitab kuning, bahasa internasional, dan bela diri menjadi agenda utama pesantren.

“Selain itu, bekal survive dalam kehidupan juga didapatkan para santri untuk melatih kemampuan bertahan dalam setiap kondisi sehingga tidak mudah berpangku tangan pada orang lain” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar masyaikh Pesantren Nurud Dhalam seperti KH Moh Ilyas Asy’ari selaku pengasuh, KH Moh Alawi Ashim sebagai Ketua Yayasan dan Ning Sofiyatul Ummah nampak hadir menyambut alumni yang datang dari berbagai daerah.

Ratusan alumni yang hadir juga menerima pesan dari Pengasuh untuk merapatkan barisan dan mengokohkan persatuan dalam perjuangan pesantren.

“Rapatkan barisan, kokohkan persatuan karena manusia makhluk sosial, kita bisa menggapai sesuatu yang besar hanya dengan bergandengan tangan, bersatu dan saling mendukung antar sesama,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga