Kota, NU Online Sumenep
Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Sumenep memastikan bahwa Tahun Baru Hijriah 1447 H akan jatuh pada Jumat Kliwon, 27 Juni 2025. Kepastian tersebut disampaikan Ketua LFNU PCNU Sumenep, Kiai Fathor Rois, setelah memperhatikan posisi hilal pada akhir bulan Dzulhijjah 1446 H.
“Pada 29 Dzulhijjah 1446 H yang bertepatan dengan Rabu sore, 25 Juni 2025, posisi hilal masih berada di bawah ufuk untuk wilayah Sumenep. Bahkan untuk wilayah Indonesia bagian barat, hilal juga belum memenuhi kriteria imkanurrukyat,” jelas Kiai Fathor Rois, Selasa (24/6/2025).
Oleh karena itu, lanjutnya, bulan Dzulhijjah digenapkan menjadi 30 hari, dan 1 Muharram 1447 H jatuh pada hari Jumat Kliwon, 27 Juni 2025.
Belajar dari Tahun Lalu
Pada tahun lalu, sejumlah warga sempat melaksanakan ritual tahun baru Islam pada malam Ahad Kliwon, 6 Juli 2024, mengira 1 Muharram 1446 H jatuh pada hari tersebut.
Namun, beberapa jam kemudian, PBNU mengumumkan bahwa 1 Muharram 1446 H jatuh pada Senin Legi, 8 Juli 2024, karena hilal tidak berhasil dirukyat pada Sabtu sore.
“Untuk tahun ini persoalan semacam itu insyaAllah tidak akan terjadi. Karena posisi hilal pada 29 Dzulhijjah 1446, yaitu Rabu sore, 25 Juni 2025 masih di bawah ufuk untuk sumenep, dan di bawah imkanurrukyat untuk wilayah barat Indonesia,” tegas Kiai Fathor.
Doa yang Dianjurkan
Sebagai bagian dari tradisi yang telah mengakar, umat Islam, khususnya warga Nahdliyin, biasanya menghidupkan malam pergantian tahun hijriah dengan membaca doa akhir tahun sebelum maghrib dan doa awal tahun setelah maghrib. Tradisi ini dilakukan baik secara pribadi maupun berjamaah.
Berikut doa akhir tahun dengan maknanya:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اللّٰهُمَّ مَا عَمِلْنَا فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنَا عَنْهُ فَلَمْ نَتُبْ مِّنْهُ وَلَـمْ تَرْضَهُ وَنِسِيْنَاهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيْنَا بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِنَا وَدَعَوْتَنَا إلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِنَا عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَاِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لَنَا بِفَضْلِكَ، وَمَا عَمِلْنَا فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَّنَا عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَنَسْاَلُكَ اللّٰهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْإكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنَّا وَلَاتَقْطَعْ رَجَاءَنَا مِنْكَ يَا كَرِيْمُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah mencurahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, juga kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semoga Dia senantiasa memberinya keselamatan.
Ya Allah, apa saja yang telah kami lakukan di tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang, namun kami belum bertaubat darinya, padahal Engkau tidak meridainya, dan kami melupakannya sementara Engkau tidak melupakannya, dan Engkau bersabar terhadap kami padahal Engkau Maha Kuasa untuk menghukum kami, dan Engkau telah menyeru kami untuk bertaubat setelah kami berani bermaksiat kepada-Mu, maka kami memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah kami dengan karunia-Mu. Dan apa saja dari amal perbuatan kami di tahun ini yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka kami memohon kepada-Mu, ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Mulia, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan, terimalah itu dari kami dan janganlah Engkau putus harapan kami dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia. Semoga Allah mencurahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta semoga Dia senantiasa memberinya keselamatan.
Dan ini doa awal tahun dengan maknanya:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اللّهُمَّ اَنْتَ الْاَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْـمُعَوَّلِ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ، نَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْاَمَّارَةِ بِالسُّوءِ وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنَا اِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah manusia. Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Abadi, Yang Terdahulu, Yang Pertama. Hanya kepada keutamaan-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia kami bersandar. Kini telah datang tahun baru, maka kami memohon kepada-Mu perlindungan di dalamnya dari godaan setan dan para pengikutnya, serta pertolongan terhadap hawa nafsu yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan agar kami disibukkan dengan hal-hal yang mendekatkan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah mencurahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya, serta semoga Dia senantiasa memberinya keselamatan.
Kedua doa ini, meskipun tidak bersumber langsung dari Al-Qur’an maupun hadis, namun berasal dari karya-karya ulama Nusantara seperti Habib Utsman bin Yahya (Mufti Betawi) dan KH. Sholeh Darat, guru para ulama besar Jawa.
“Doa-doa ini mengandung makna yang sangat dalam, sebagai bentuk muhasabah dan harapan baru. Ini warisan ulama kita yang perlu dijaga,” tutur Kiai Fathor.
Untuk memudahkan umat dalam mengamalkan doa-doa tersebut, PCNU Sumenep bahkan telah menerbitkan buku saku doa-doa pergantian tahun, atas arahan KH. Ahmad Basyir AS.
LFNU Sumenep mengimbau umat Islam, khususnya di Kabupaten Sumenep, agar menghidupkan malam 1 Muharram 1447 H dengan memperbanyak doa, istighfar, serta muhasabah diri sebagai bentuk hijrah menuju kebaikan.

