Kota, NU Online Sumenep
Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan perannya sebagai gerakan sosial-keagamaan yang tidak hanya berdakwah secara spiritual, tetapi juga berani mengkritisi kebijakan pemerintah secara konstruktif demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan KH A. Busyro Karim, Wakil Rais PCNU Sumenep, dalam kegiatan Isra Mi’raj dan Istighotsah Harlah 1 Abad NU yang digelar di Aula Graha Wiyata MAN Sumenep, Sabtu (31/1/2026).
Menurut KH Busyro Karim, NU sejatinya merupakan kekuatan sosial masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk memberi kritik sekaligus solusi terhadap kebijakan publik, baik di level eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
“NU bukan organisasi yang anti-pemerintah, tetapi NU juga tidak boleh kehilangan keberanian untuk mengkritisi dan memberi solusi konstruktif atas persoalan masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kritik NU harus hadir sebagai tawaran jalan keluar, bukan sekadar penolakan. Oleh karena itu, suara resmi PCNU dinilai penting sebagai representasi jam’iyah dalam menyikapi problem sosial melalui mekanisme kelembagaan.
KH Busyro juga menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi yang masih menempatkan umat sebagai korban sistem. Menurutnya, NU harus berada di garda terdepan dalam membela kaum marjinal, termasuk melalui penguatan lembaga ekonomi dan advokasi masyarakat.
“Umat sering menjadi korban sistem. NU harus hadir membela mereka, termasuk dengan memperkuat ekonomi umat dan lembaga sosial di daerah,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan para pengurus NU agar tidak memiliki mental inferior dan tidak mudah didikte oleh kekuatan modal. Spirit khidmah, kata dia, harus tetap dijaga sebagai ruh perjuangan organisasi.
“Pengurus NU jangan minder. Jangan mudah dikendalikan kekuatan modal. NU harus berdiri mandiri dan berwibawa,” pesannya.
KH Busyro Karim juga menegaskan pentingnya konsolidasi internal NU, penguatan silaturahim, serta optimalisasi lima kekuatan utama NU, yakni spiritualitas, jejaring sosial, kultur pesantren, sumber daya manusia, dan modal sosial.
Ia berharap NU terus hadir sebagai kekuatan moral yang menjaga umat, mengawal kebijakan publik secara kritis, serta menjadi solusi bagi tantangan sosial dan kebangsaan.

