Image Slider

Santri Pesantren Nurul Yaqin Demonstrasikan Baca Kitab Metode Al-Miftah Lil Ulum, yang Lancar Diwisuda

Lenteng, NU Online Sumenep

Pondok Pesantren Nurul Yaqin Lembung Barat, Lenteng, Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan menguatkan tradisi keilmuan pesantren melalui kegiatan Demonstrasi Baca Kitab menggunakan Metode Al-Miftah Lil Ulum, yang dirangkai dengan wisuda santri bagi peserta yang dinilai telah lancar dan memenuhi standar baca kitab, Jum’at (30/01/2026) di halaman setempat.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian evaluasi pembelajaran Metode Al-Miftah Lil Ulum yang telah diikuti santri secara berjenjang.

Para santri diminta mendemonstrasikan kemampuan membaca kitab secara langsung, mulai dari ketepatan harakat, pemahaman tarkib, hingga penguasaan kaidah nahwu dan sharraf.

Demonstrasi baca kitab tersebut diuji langsung oleh Ustadz Mahmudi, selaku Ketua Miftahul Ulum Daerah (Mifda) Sumenep.

Ia mengapresiasi kesungguhan santri dan metode pembelajaran yang diterapkan di PP. Nurul Yaqin.

“Metode Al-Miftah Lil Ulum ini sangat membantu santri untuk cepat memahami struktur dasar kitab. Dari hasil demonstrasi tadi, terlihat bahwa santri tidak hanya berani membaca, tetapi juga memahami kaidahnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk memperdalam kajian kitab-kitab turats yang lebih luas.

“Wisuda ini bukan tujuan akhir, tapi pintu masuk untuk ngaji kitab yang lebih tinggi dan lebih dalam,” tambahnya.

Sebelum mengikuti demonstrasi terbuka, para santri terlebih dahulu menjalani ujian tes tulis internal yang dilaksanakan di PP. Nurul Yaqin dengan penguji Ustadz Haikal Somadani. Ujian ini menjadi tahapan awal untuk mengukur kesiapan santri secara teoritis.

“Tes tulis penting agar santri tidak hanya bisa membaca secara lisan, tetapi juga memahami konsep dan kaidah yang dipelajari dalam Al-Miftah,” jelas Ustadz Haikal Somadani.

Setelah dinyatakan lulus ujian internal, santri kembali mengikuti tes tulis lanjutan yang diselenggarakan oleh Pengurus Mifda Sumenep sebagai bentuk standarisasi mutu pembelajaran Al-Miftah Lil Ulum di tingkat daerah.

Santri yang berhasil melewati seluruh rangkaian ujian kemudian diwisuda. Salah satu peserta wisuda mengaku bersyukur dapat mencapai tahap tersebut.

“Awalnya saya merasa membaca kitab itu sulit, tapi dengan Metode Al-Miftah Lil Ulum pelan-pelan jadi paham. Wisuda ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus semangat ngaji,” ungkap salah satu wisudawan, Alya Rohatin.

Peserta wisuda lainnya juga menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh dapat terus dikembangkan.

“Kami berharap setelah ini bisa lebih percaya diri membaca kitab dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Alfin Maghfirah.

Melalui kegiatan ini, PP. Nurul Yaqin berharap dapat terus melahirkan santri yang tidak hanya mampu membaca kitab secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman dan kecintaan terhadap tradisi keilmuan pesantren.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga