Kota, NU Online Sumenep
Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama (SMA NU) Sumenep bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sumenep menggelar pembelajaran Tahsinul Qira’ah dengan metode Tartila bil Qolam. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (9/3/2026) di Aula sekolah.
Program yang menjadi bagian dari kegiatan Pondok Ramadhan itu berlangsung selama dua hari, yakni mulai Senin hingga Selasa (9-10/3/2026). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Sumenep, Dr. Salamet, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi sarana transformasi pengetahuan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an.
“Melalui tradisi pembelajaran Al-Qur’an secara minal lisan ilā al-lisān (dari lisan ke lisan), sanad keilmuan Al-Qur’an akan tetap terjaga dan tersambung kepada para ulama hingga Rasulullah SAW,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa metode tersebut diharapkan mampu membantu siswa memahami serta memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara lebih baik.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menumbuhkan kecintaan yang lebih mendalam terhadap kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SMA NU Sumenep Sri Farida Hartatik, S.Pd, Ketua PC JQHNU Sumenep Keyae Mistari, serta seluruh jajaran dewan guru.

