Oleh: Damanhuri*)
Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang mencapai puncaknya di sepuluh hari terakhir. Bayangkan kita sedang berada dalam sebuah perlombaan lari jarak jauh; sepuluh hari terakhir ini adalah lintasan terakhir menuju garis finis yang penuh kemuliaan. Di sinilah letak Lailatulkadar, sebuah malam yang secara matematis nilainya melampaui 83 tahun atau seribu bulan ibadah. (khairun min alfi syahr)
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat kuat bagi kita. Ketika memasuki fase ini, beliau digambarkan lebih memaksimalkan dalam beribadah. Hal ini terungkap dalam hadis riwayat Sayyidah ‘Aisyah:
كَانَ رَسُوْلُ اللهً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ
Artinya, “Pada malam sepuluh terakhir, Rasulullah saw. (lebih) bersungguh-sungguh (untuk beribadah), melebihi kesungguhan pada malam yang lain.” (HR Muslim).
Di antara yang dilakukan Rasulullah saw. adalah “mengencangkan sarung”, menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya, “Jika telah datang 10 hari yang terakhir (di bulan Ramadhan), Nabi ﷺ mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malamnya (dengan beribadah), dan membangunkan keluarganya (untuk beribadah).” (HR Bukhari dan Muslim)
Istilah “mengencangkan sarung” bukan sekadar kiasan bahwa beliau mengurangi tidur bersama istrinya melainkan simbol peningkatan kesungguhan ibadah yang ekstrem dan pengalihan fokus dari urusan duniawi sepenuhnya kepada Allah SWT.
Lantas, bagaimana kita bisa meneladani langkah beliau di tengah kesibukan saat ini ?
Pertama, jadikan malam-malam kita “hidup” dengan Salat Malam. Tidak perlu terburu-buru; Rasulullah saw. menyarankan untuk memperlama durasi berdiri, rukuk, dan sujud sebagai bentuk ketundukan total. Jika fisik terasa lelah, ingatlah bahwa salat Isya dan Subuh berjamaah saja sudah dinilai setara dengan menghidupkan malam.
Kedua, carilah ketenangan melalui Iktikaf. Iktikaf adalah momen “isolasi spiritual” di masjid untuk memutus gangguan duniawi. Di dalam masjid, kita bisa berfokus pada tilawah dan tadabbur Al-Qur’an. Jangan hanya mengejar jumlah khatam, tapi resapilah maknanya agar hati menjadi tenang. Untuk mempermudah, kita bisa menggunakan sistem “cicilan” membaca beberapa lembar setiap selesai salat fardu.
Ketiga, jangan lupakan ibadah sosial melalui Sedekah. Rasulullah saw. dikenal sangat dermawan, bahkan lebih dermawan daripada angin yang berembus (karih al-mursalah) di bulan Ramadan, seperti hadis riwayat Ibnu Abbas berikut ini:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya, “Dari sahabat Ibnu Abbas: Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Sedekah di periode ini berpotensi mendatangkan pahala yang berlipat ganda, sekaligus berfungsi sebagai pembersih hati dan penyempurna puasa.
Keempat, di tengah semangat ibadah, menjaga fisik tetap bugar adalah kunci. Di 10 hari terakhir, tubuh kita seringkali mengalami penurunan energi akibat akumulasi keletihan. Nah pada fase ini, kita dapat menggunakan strategi hidrasi “2-4-2” (2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur) agar tidak dehidrasi saat beribadah malam dan kognitif tetap fokus.
Kelima, lakukanlah Digital Detox. Kurangi penggunaan gadget agar fokus kita tidak terfragmentasi oleh informasi yang tidak relevan. Media sosial dan notifikasi gadget merupakan distraksi utama yang dapat mencuri waktu-waktu berharga di akhir Ramadan.
‘Ala kulli hal, mari kita manfaatkan sisa waktu ini dengan sepenuh hati. Jangan biarkan satu detik pun berlalu tanpa nilai ibadah, karena kita tidak pernah tahu apakah kita akan menjumpai Ramadan tahun depan. Selamat menjemput malam kemuliaan !
*) Damanhuri, Sekretaris PCNU Sumenep.

