Lenteng, NU Online Sumenep
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran dakwah moderat di tengah tantangan era digital.
Penegasan itu disampaikan dalam momentum Halal Bihalal Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep yang menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan ukhuwah antar kader dakwah, Kamis (02/04/2026).
Ketua PCNU Sumenep melalui Sekretaris PCNU, Dr. H. Damanhuri, menekankan bahwa kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki dimensi strategis dalam mempererat barisan dakwah.
“Silaturrahim bukan sekadar tradisi. Silaturrahim adalah sunnah Nabi, perintah agama, dan cara kita memperkuat ukhuwah,” ujarnya.
Menurutnya, melalui momentum tersebut, PCNU ingin memastikan bahwa seluruh elemen dakwah tetap solid dalam membawa misi Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat dan menyejukkan.
PCNU Sumenep, lanjutnya, memberikan apresiasi besar kepada LDNU sebagai garda terdepan dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat. Peran LDNU dinilai sangat vital karena langsung bersentuhan dengan umat, baik di tingkat akar rumput maupun di ruang digital.
“Lembaga Dakwah adalah ujung tombak PCNU yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, baik di desa, kota, maupun ruang digital,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dakwah NU tidak hanya dilakukan melalui mimbar keagamaan, tetapi juga melalui keteladanan dan pendekatan yang bijak. Hal ini sejalan dengan manhaj wasathiyyah yang menjadi karakter utama Nahdlatul Ulama.
“Dakwah NU bukan dakwah yang memecah-belah atau menebar kebencian, tetapi dakwah yang merangkul dan menyejukkan,” ungkapnya.
Di tengah derasnya arus informasi, PCNU memandang LDNU memiliki peran strategis dalam mengisi ruang digital dengan konten keislaman yang santun dan berlandaskan ilmu. Tanpa kehadiran dakwah yang moderat, ruang tersebut berpotensi diisi oleh narasi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Aswaja.
Selain itu, PCNU juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dunia dakwah saat ini, mulai dari digitalisasi, dinamika sosial-politik, hingga kebutuhan regenerasi dai. Tantangan tersebut menuntut LDNU untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas.
“Jika kita tidak hadir di ruang digital, maka ruang itu akan diisi oleh konten yang tidak selaras dengan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” katanya.
Untuk itu, PCNU mendorong penguatan program dakwah digital, peningkatan kualitas dai melalui pelatihan berkelanjutan, serta memperluas sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi keagamaan lainnya.
Sebagai bentuk dukungan, PCNU Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat LDNU, baik dari sisi program maupun kebutuhan operasional. Dukungan tersebut dinilai penting karena kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh kinerja lembaga-lembaganya.
Selanjutnya, PCNU berharap LDNU semakin solid dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus tetap konsisten membawa dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.
“Forum ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang membangun visi bersama dan memperkuat barisan dakwah,” pungkasnya.

