Pasongsongan, NU Online Sumenep
Kabar duka menyelimuti warga Nahdliyin Kecamatan Pasongsongan. Salah satu tokoh karismatik sekaligus Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasongsongan masa khidmat 2021-2026 Kiai Fajar berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (03/06/2026).
Kepergian kiai yang lahir 1969 itu menjadi kehilangan yang mendalam bagi warga Nahdliyin Pasongsongan. Sosoknya dikenal luas sebagai kiai yang sederhana, teduh, dan istiqamah dalam mengabdikan diri kepada organisasi serta melayani umat.
Dedikasi dan pengabdiannya terhadap NU teruji dalam berbagai bidang, baik keagamaan, sosial kemasyarakatan, maupun pembinaan warga nahdliyin di tingkat akar rumput.
Almarhum wafat akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Kapong, Batumarmar, Pamekasan. Musibah tersebut terjadi saat beliau dalam perjalanan pulang usai menghadiri prosesi pernikahan di Kabupaten Sampang.
Ungkapan belasungkawa juga mengalir melalui berbagai platform media sosial. Doa dan kesaksian baik tentang pribadi almarhum terus disampaikan oleh masyarakat yang pernah mengenal dan berinteraksi dengannya.
Ketua MWCNU Pasongsongan Ahmad Riyadi, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya salah satu kader terbaik NU tersebut.
“Melihat pengabdian beliau di NU dan semangat khidmahnya kepada umat, insyaallah almarhum husnul khatimah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkapnya.
Menurutnya, wafatnya Kiai Fajar bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga kehilangan bagi warga NU dan masyarakat Pasongsongan secara luas.
“Jejak pengabdian, keteladanan, serta semangat khidmah yang beliau wariskan akan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga tradisi keilmuan, keagamaan, dan perjuangan NU di tengah masyarakat. Khususnya di Pasongsongan,” pungkasnya.
Editor: Abdul Warits

