Oleh: Amrullah*)
Salah satu tokoh ulama besar dalam tradisi Islam, Abu Hamid Al-Ghazali, dikenal memiliki perhatian yang mendalam terhadap dimensi spiritual Al-Qur’an. Dalam salah satu karyanya, beliau menguraikan tentang keutamaan dan khasiat membaca ayat-ayat Al-Qur’an, di mana setiap ayat maupun surah diyakini memiliki manfaat tersendiri bagi kehidupan pembacanya. Khasiat tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga diyakini memberikan dampak pada kehidupan sosial dan kesejahteraan individu.
Menurut pandangan beliau, setiap surah dalam Al-Qur’an memiliki keistimewaan yang berbeda. Sebagai contoh, membaca Surah Al-Waqi’ah sering dikaitkan dengan harapan terhindar dari kefakiran, karena diyakini mengandung keberkahan yang dapat mendatangkan kecukupan rezeki bagi yang mengamalkannya secara konsisten.
Dalam salah satu riwayat yang dinukil oleh beliau, diceritakan sebuah kisah yang melibatkan Utsman bin Affan. Dikisahkan bahwa suatu ketika beliau membawa sejumlah harta untuk diberikan kepada seorang sahabat yang sedang sakit. Namun, sahabat tersebut menolak pemberian tersebut. Melihat penolakan itu, Utsman bin Affan kemudian menyarankan agar harta tersebut diberikan kepada anak-anak perempuan sahabat tersebut. Akan tetapi, sahabat tersebut kembali menolak dengan menyampaikan bahwa anak-anaknya telah menghafal Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Waqi’ah.
Ia meyakini bahwa melalui keberkahan kedua surah tersebut, keluarganya telah memperoleh kecukupan dalam kehidupan mereka. Kisah ini menunjukkan adanya keyakinan dalam tradisi Islam mengenai keberkahan Al-Qur’an, tidak hanya sebagai petunjuk hidup, tetapi juga sebagai sumber ketenangan dan harapan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan demikian, membaca dan mengamalkan Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai aktivitas ibadah, tetapi juga sebagai upaya spiritual yang diyakini mampu menghadirkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah khasiat ayat al-Quran untuk memudahkan dalam proses melahirkan, diriwayatkan dari Sufyan Ats-Tsauri, bahwa beliau pernah membantu seorang perempuan yang mengalami kesulitan dalam proses persalinan. Dalam upaya tersebut, beliau menuliskan beberapa ayat Al-Qur’an (Surah al-Insyiqaq ayat 1-4) yang kemudian dikalungkan kepada perempuan tersebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Keluarlah darinya, Sufyan Ats-Tsauri kemudian bersujud di atas tikarnya sebagai bentuk doa dan ketundukan kepada Allah SWT. Tidak lama kemudian, perempuan tersebut berhasil melahirkan bayinya dengan selamat.
Berbagai khasiat ayat-ayat Al-Qur’an yang termuat dalam kitab yang disusun oleh Imam Al-Ghazali pada dasarnya dapat dirangkum ke dalam beberapa fungsi utama yang bersifat spiritual, psikologis, dan sosial. Secara umum, ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai bacaan ibadah, tetapi juga sebagai sarana ikhtiar batin (ruqyah) untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Pertama, sebagai sarana penyembuhan (terapi spiritual). Banyak ayat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, baik fisik maupun nonfisik, seperti epilepsi, sakit gigi, sakit kepala, panas, gangguan mata, hingga penyakit kulit. Selain itu, juga digunakan untuk kondisi yang diyakini berkaitan dengan gangguan nonmedis seperti kesurupan, gangguan jin, dan ‘ain. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an diyakini memiliki efek menenangkan dan memperkuat kondisi batin seseorang, yang berpengaruh pada proses penyembuhan.
Kedua, sebagai perlindungan diri. Sejumlah ayat berfungsi sebagai pelindung dari gangguan eksternal, seperti setan, jin, sihir, musuh, maupun rasa takut. Ayat Kursi dan beberapa surah tertentu sering diamalkan untuk menjaga diri dari bahaya yang tidak terlihat maupun ancaman nyata, sehingga memberikan rasa aman dan ketenangan.
Ketiga, sebagai sarana memohon kemudahan hidup. Ayat-ayat Al-Qur’an juga diamalkan untuk memohon kemudahan dalam berbagai urusan, seperti melancarkan persalinan, mempermudah rezeki, mengembalikan barang hilang, memperkuat hafalan, hingga membantu menghadapi kesulitan hidup. Ini mencerminkan fungsi Al-Qur’an sebagai sumber harapan dan motivasi spiritual.
Keempat, sebagai upaya memperbaiki hubungan sosial dan pribadi. Beberapa amalan ditujukan untuk memperbaiki hubungan, seperti keharmonisan suami istri, menarik simpati orang lain, atau mendoakan orang yang dicintai. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an juga berperan dalam membangun keseimbangan emosional dan relasi antarmanusia.
Kelima, sebagai bentuk perlindungan moral dan keimanan. Ayat-ayat tertentu diamalkan untuk menjaga diri dari kemusyrikan, fitnah, serta keburukan dunia. Selain itu, juga digunakan untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga membentuk karakter yang lebih baik.
Dalam kisah lain, seorang laki-laki pernah mengadukan penyakit yang dideritanya kepada Nabi Muhammad saw., lalu beliau memberikan anjuran sederhana namun mendalam: membaca Al-Qur’an. Anjuran ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk hidup, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang dapat memberikan ketenangan dan kesembuhan. Al-Qur’an menyimpan berbagai rahasia yang luar biasa serta kekayaan nilai ketuhanan yang tak terbatas. Rasulullah saw. sendiri menegaskan bahwa keajaiban Al-Qur’an tidak akan pernah habis untuk digali. Artinya, semakin dipelajari dan diamalkan, semakin banyak hikmah dan manfaat yang dapat diperoleh oleh manusia.
Dalam konteks ini, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa ia kerap menyampaikan kepada para muridnya mengenai keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya yang telah diamalkan oleh para ulama terdahulu. Praktik tersebut terbukti memberikan dampak nyata, terutama ketika seseorang menghadapi kesulitan hidup. Banyak di antara mereka yang merasakan keberkahan dari ayat-ayat tersebut hingga mampu keluar dari berbagai permasalahan yang membelenggu. Berangkat dari pengalaman dan riwayat para ulama tersebut, Imam al-Ghazali kemudian menghimpunnya dalam sebuah karya dengan tujuan agar dapat diamalkan oleh umat Islam secara lebih luas. Ia menyajikannya secara ringkas, dengan penjelasan makna ayat yang jelas dan meyakinkan, tanpa berlebihan. Harapannya, karya tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kaum muslimin, dengan tetap bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT.
Judul : Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an
Penulis : Imam Al-Ghazali
Penerbit : Qaf
Cetakan : Februari 2026
Tebal : 1206 hlm/SC/Bookpaper
ISBN : 978-623-04-7674-3
* Guru SMP Nahdatul Ulama.

