Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Utara, KH. Moh. Naqib Hasan, mengibaratkan langkah santri baru memasuki dunia pesantren seperti perjalanan Nabi Adam AS dan Sayyidah Hawa ketika meninggalkan surga menuju bumi. Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan Pekan Orientasi Santri Baru (POSBA) Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Utara, Senin sore (14/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Musalla Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Utara tersebut menjadi momentum penyambutan sekaligus pengenalan awal kehidupan pesantren bagi para santri baru.
Dalam pesannya, Kiai Naqib menjelaskan bahwa kehidupan anak ketika berada di rumah memiliki banyak kenyamanan karena berbagai kebutuhan telah dipenuhi oleh orang tua. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan gambaran kenikmatan yang diperoleh Nabi Adam AS ketika berada di surga, sebagaimana digambarkan dalam Surah Taha ayat 118.
Menurutnya, ketika memasuki pesantren, santri baru perlu berani meninggalkan kenyamanan tersebut untuk menjalani proses pendidikan, menuntut ilmu, dan menempa diri.
“Di pesantren inilah kalian akan belajar, menimba ilmu, dan mengumpulkan bekal pengalaman untuk masa depan. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, fisik kita akan makin terbatas, maka persiapan itu harus dirancang dari sekarang,” tegas KH. Moh. Naqib Hasan.
Ia kemudian mengaitkan perjalanan tersebut dengan pesan Allah SWT dalam Surah Taha ayat 123 tentang pentingnya mengikuti petunjuk-Nya agar manusia tidak tersesat dan tidak celaka.
“Kehidupan di pesantren merupakan salah satu proses untuk mempersiapkan santri agar memiliki bekal ilmu dan pengalaman dalam menjalani kehidupan. Karena itu, para santri baru harus mengikuti setiap proses pendidikan dengan tekun,” dawuh beliau.
Ia juga menekankan bahwa proses pendidikan di pesantren tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan santri sebelum kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.

