Image Slider

Atasi Bad Mood dengan Berdzikir

Oleh : Nurhalimah*

Setiap manusia pernah mengalami perasaan bad mood. Baik itu laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Penyebabnya beragam, salah satunya karena keinginan tidak sesuai kenyataan. Menilik segi tatanan bahasa, bad mood berasal dari dua kata yakni bad berarti buruk, sedangkan mood berarti perasaan. Kartini Kartono dalam bukunya Psikologi Umum (1996) menyebutnya sebagai suasana hati yang senang dan tidak senang. Disinilah bad mood berarti suasana hati yang buruk dialami oleh seseorang.

Kondisi bad mood digolongkan sebagai energi negatif atau force yang bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Misalnya, ketika seseorang berada di kondisi ini, kemudian dia berinteraksi dengan orang lain, tanpa sengaja ia akan bersikap bersungut-sungut dan marah. Kemudian memancing lawan bicaranya bersikap marah juga. Selain itu, ia akan mudah tersinggung, sebal, jengkel, bersungut-sungut, dan menggerutu (Femi Olivias, 2009). Hal ini terjadi disebabkan oleh kondisi internal dan eksternal. Penyebab internal, misalnya terjadi pada perempuan yang sedang PMS (Premenstrual Syndrome), umumnya 30-50% perempuan mengalami kondisi ini. Kemunculannya disebabkan naiknya hormon estrogen dan progesteron pada perempuan (Yohanes Sunardi, 2016).

Selain itu, bisa disebabkan oleh stres yang muncul akibat dari tekanan. Biasanya kondisi ini tampak kepermukaan di saat harapan dan kenyataan tidak seimbang (Paul Wilson, 2006). Selanjutnya dikarenakan kurang tidur; kita sudah tahu bahwa tidur adalah kebutuhan mendasar bagi setiap orang. Akan tetapi di kala tidurnya kurang, seseorang akan mengalami bad mood di siang harinya. Faktor eksternal bisa disebabkan oleh perubahan cuaca, terjebak macet, dan lainnya.

Dalam menanggulangi kondisi seperti ini setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri. Demi mencapai kondisi perasaan yang tenang. Misalnya dengan makan makanan kesukaan, tidur, jalan-jalan, menonton film, tersenyum, dan lain sebagainya. Bahkan seorang sarjana Barat, Viktor E. Frankl menawarkan bisa dengan cara mengalihkan pembicaraan dengan orang lain. Disamping itu, bisa dengan mendengarkan musik, konon musik juga bisa dijadikan terapi untuk kesehatan manusia. Dengan catatan musiknya membawa ketenangan. Olahrga dan mengonsumsi buah-buahan juga dinilai dapat menanggulangi kondisi bad mood ini.

Selain solusi yang disebutkan di paragraf sebelumnya, di dalam agama Islam sebetulnya telah disebutkan. Seperti yang tertuang dalam Alquran surah Ar-Ra’d ayat 28;
اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ‌ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.

Pada surat Ar-Ra’d ini senyatanya sudah dijelaskan, jika dengan berzikir seseorang akan mendapatkan hati yang tentram. Zikir sendiri secara bahasa berasal dari bahasa Arab dzakara, yadzkuru, dzikran, bermakna mengingat baik secara hati atau sir maupun jahr atau lisan. Amin Syukur, menyebut zikir ini mengandung energi positif dan mampu menarik energi positif di lingkungannya (Amin SyUkur, 2016).

Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar berzikir, seperti dalam Alquran surah Al-Ahzab ayat 41-42 dan Al-Jumuah ayat 10;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً (42
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Apabila salat telah dilaksanakan maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.

Zikir merupakan salah satu ibadah yang mudah dilakukan kapan dan di mana saja. Tidak juga perlu mengeluarkan biaya, cukup diucapkan. Zikirnya bisa menggunakan, istighfar, tahmid, takbir, maupun asmaul husna. Rizki Joko Sukmono (2008) menuturkan di saat seseorang melaksanakan zikir dengan khusuk maka akan terjadi proses menarik dan mengembuskan nafas yang dapat berimpilkasi pada kesehatan organ-organ di dalam tubuh manusia. Di sini juga paru-paru seseorang akan bekerja lebih baik.

Bagi Al-Ghazali dengan berzikir seseorang dapat dengan mudah membersihkan penyakit-penyakit di dalam hatinya. Karena di saat seseorang selalu mengingat Allah, maka hati siapa yang akan lalai? Dengan selalu menyebut nama-Nya akan terlahirlah rasa cinta dan ketenangan. Begitulah para sufi juga membiasakan diri untuk selalu berzikir. Bahkan menjadikannya sebagai sebuah keharusan dalam spiritualnya dalam rangka menyucikan hati (Mir Valiuddin, 1997).

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa zikir memiliki energi positif untuk menenangkan diri manusia. Salah satunya dilakukan oleh Arman Yurisaldi Saleh (2018)—seorang dokter—dalam karyanya Berzikir untuk Kesehatan Syaraf. Pada mulanya ia melakukan pengamatan dan wawancara ringan kepada pasiennya yang memiliki kerusakan pada jaringan syarafnya. Kemudian demi memperdalam amatannya, ia melakukan wawancara kepada jamaah zikir. Dari hasil pengamatannya itulah dokter ini menemukan bahwa pasien yang melakukan zikir merasakan pikiran dan hatinya jauh lebih tenang dibandingkan sebelum berzikir.

Sejalan pula dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nurhalimah (2019) dalam skripsinya, Berzikir dapat membuat seseorang terlepas dari bad mood dengan catatan dilakukan dengan khusuk. Disamping berzikir sebetulnya, bad mood dapat dinetralisasikan dengan memperbanyak ibadah seperti salat. Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 153;
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (Kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh Allah, beserta orang-orang yang sabar.

Begitu luar biasa energi salat, seorang Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Professor Ali Aziz menemukan terapi salat bahagia sebagai salah satu solusi untuk menjadikan hati seseorang bahagia. Dengan demikian, menanggulangi bad mood dalam diri manusia sangatlah mudah. Cukup dengan berzikir dan beribadah secara khusyuk, maka seseorang akan terlepas dari bad mood.

*Owner duniahalimah.com, Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Bisa dihubungi di ig: @nurhalimah.98, fb: Nurhalimah Z, dan You Tube Dunia Halimah.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga