Gapura, NU Online Sumenep
Pengurus Anak Ranting (PAR) Nahdlatul Ulama (NU) Masjid Baituttaqwa, Dusun Pangabasen, Desa Gapura Timur membangun silaturrahim melalui kegiatan gotong royong, pada Jumat (28/01/21). Antusiasme masyarakat setempat yang merupakan bagian dari PAR NU itu nampak terlihat dari aktivitas membersihkan bagian atap masjid dan mempersiapkan bahan-bahan material untuk perbaikan tahap berikutnya. Meski hujan sempat mengguyur, semua anggota tetap giat hingga berakhir menjelang shalat Jum’at.
A. Quraisyi, Ketua PAR NU Masjid Baituttaqwa mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya bertujuan untuk bekerja bersama-sama, tapi lebih dari itu dimaksudkan untuk menjadi media silaturrahim antar anggota PAR NU Masjid Baituttaqwa selain pertemuan rutin. Menurutnya, cara itu bisa membuahkan dua manfaat, pertama bekerja untuk masjid dan yang kedua adalah silaturrahim. Keduanya dilakukan untuk satu tujuan yaitu membangun solidaritas antar anggota PAR NU Masjid Baituttaqwa.
“Silaturrahim dengan desain gotong-royong ini adalah upaya menyelam sambil minum air. Satu kegiatan tapi mengandung dua manfaat sekaligus, yaitu silaturrahim dan gotong-royong. Sedang inti dari dua kegiatan ini adalah untuk membangun solidaritas antar anggota,” tuturnya.
Filosofi menyelam sambil minum air, menurutnya, sangat penting untuk terus ditingkatkan. Selain bisa menuai manfaat yang luar biasa, lebih dari itu juga bisa berkontribusi di tengah-tengah kehidupan sosial. Karena bukan hanya solidaritas internal pengurus dan anggota saja yang diperkuat, tetapi juga dengan kegiatan tersebut bisa menumbuhkembangkan kepedulian antar sesama, apalagi di tempat ibadah masyarakat umum.
Ia menambahkan, bahwa gaya silaturrahim melalui gotong royong tersebut sengaja didesain atas permintaan para tetua untuk menghindari kejenuhan bersilaturrahim dengan bentuk pertemuan rutin atau kompolan. Sebab jika silaturrahim hanya dilakukan di kompolan, ada kecenderungan tidak kompak karena terkesan monoton, dan itu yang menimpa PAR NU Masjid Baituttaqwa selama ini, sehingga pihaknya merespon gagasan para tetua itu.
Sementara itu, Asymawi, Ketua Ta’mir Masjid Baituttaqwa mengaku bangga dengan kekompakan para anggota PAR NU Masjid Baituttaqwa yang giat bergotong-royong meski sempat diguyur hujan. Sebab selain meringankan biaya perbaikan masjid, keterlibatan anggota dalam gotong-royong tersebut juga menunjukan kecintaan anggota kepada NU dan Islam. karena menurut Asymawi, masjid merupakan salah satu energi NU dan Islam.
“Saya bangga kepada anggota PAR NU Masjid Baituttaqwa, meski diguyur hujan, tetap tidak menyurutkan semangat dan kekompakan untuk bergotong-royong. Itu menunjukkan kecintaan kepada NU dan Islam, karena masjid merupakan salah satu energi NU dan Islam,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, salah seorang anggota PAR NU Masjid Baituttaqwa, Zarnuji, mengaku bangga dan berharap agar silaturrahim dengan cara gotong-royong itu terus dilanjutkan secara rutin.
“Saya bangga dengan kegiatan silaturrahim yang dikemas dalam bentuk gotong royong ini. Selain membangun kekompakan, juga bermanfaat bagi masjid. Semoga ke depan terus berlanjut,” harapnya dengan suara yang tegas.
Editor : Ibnu Abbas

