Lenteng, NU Online Sumenep
Kegiatan yang sudah mengalami penundaan selama tiga kali karena berbagai faktor, salah satunya akibat pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berkesudah, akhirnya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Lenteng sukses menggelar Pelantikan Pengurus PAC GP Ansor dan Badan Otonom (Banom) Ansor, pada Minggu kemarin (28/3/2021) bertempat di Pendopo Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.
Kegiatan yang bertajuk “Pemuda Nahdliyyin sebagai Mandat Dasar Penguat Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah” itu dihadiri oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lenteng, Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Lenteng dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lenteng.
Tidak hanya itu, kegiatan yang diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Ny. Hj. Dewi Khalifah, yang juga merupakan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep.
Kiai Qumri Rahman, Ketua PC GP Ansor Sumenep menuturkan bahwa masifnya suatu organisasi ditentukan oleh hidupnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Tentu dengan menjaga soliditas dan solidaritas di internal organisasi.
“Ansor adalah organisasi pergerakan kepemudaan yang mempunyai satu komitmen pergerakan, yaitu Satu Barisan dan Satu Komando,” ungkap Kiai Qumri, sapaan akrab beliau.
Oleh karena pentingnya memupuk komitmen tersebut, Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo itu meminta kepada segenap pengurus yang dilantik untuk mengikuti segala intruksi yang diberikan oleh pimpinan cabang. Sebagai upaya menjaga kuatnya solidaritas.
“Pimpinan Anak Cabang dan bahkan Pimpinan Ranting harus siap mengikuti komando Pimpinan Cabang,” tegasnya.
Kendati demikian, GP Ansor sebagai badan otonomnya Nahdlatul Ulama yang tetap konsisten berada di garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kelompok yang ingin merongrong bangsa ini dengan menguatkan ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah perlu adanya sinergi yang kuat dengan pemerintah.
Hal ini dengan tegas disampaikan Ahmad Saheri, Wakil Sekretaris PCNU Sumenep yang hadir di kesempatan itu. Pihaknya bersyukur karena PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng telah mendapatkan dukungan dan sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kecamatan Lenteng.
“Dua struktur: NU dan Pemerintah harus menjadi arus kekuatan utama dalam berbangsa dan bernegara”, sambutnya.
Mantan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Sumenep itu menambahkan bahwa Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama yang cerdas. Sebab, menurutnya, banyak bermunculan pernyataan di berbagai kalangan bahwa struktur NU hampir menyamai struktur negara.
“Oleh para Ulama’ kita, NU digerakkan dengan dua unsur. Pertama berdasarkan isu. Ada banyak dibentuk lembaga-lembaga di tubuh NU untuk menanggapi berbagai isu yang ada. Seperti, di bidang pertanian, ada Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP NU), dan lainnya,” imbuhnya.
Kemudian yang kedua, menurut Ahmad, sapaan akrabnya, adalah unsur segmentasi. Dimana dalam hal ini, NU juga bergerak di berbagai bidang dan sektor kehidupan. Segmen pemuda, perempuan, pelajar, mahasiswa, dan lain-lain. Hal ini merupakan khazanah ke-NU-an yang harus betul-betul dijaga.
“Nahdlatul Ulama melalui GP Ansor sudah jelas pergerakannya. Tinggal bagaimana kita sebagai santri bertekad untuk menggerakkan sesuai dengan visi dan misinya,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

