Dungkek, NU Online Sumenep
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Madrasah Tsanawiyah Nasy’atul Muta’allimin Desa Candi Kecamatan Dungkek menggelar motivasi belajar dengan tema “Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa From Zero to Hero” pada hari Jumat pagi (02/04/21).
Acara yang digelar di Aula MTs Nasy’atul Muta’allimin Candi ini menghadirkan pemateri ustadz Mansur, alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, PAC IPNU IPPNU Dungkek, PK IPNU IPPNU MA Nasy’atul Muta’allimin Candi, PK IPNU IPPNU Miftahul Ulum Batang-Batang, PK IPNU IPPNU Ghayatul Anwar, dan PK IPNU IPPNU Taufiqurrahman.
Moh. Amin Rais Ketua PAC IPNU Dungkek dalam acara itu menyampaikan bahwa keberadaan sebuah organisasi tidak hanya dibuktikan dengan anggota yang banyak namun tidak aktif, melainkan dengan dorongan pembina dan aktifnya sebuah kegiatan.
“Kunci aktifnya sebuah komisariat tidak hanya ditandai adanya anggota. Tetapi adanya dorongan pembina juga kegiatan yang istiqomah, itu harus dibuktikan oleh PK MTs Nasy’atul Muta’allimin,” tuturnya
Ia juga menambahkan dalam kesempatan tersebut bahwa salah satu motto IPNU itu ialah belajar dan ayat pertama yang disampaikan Rasulullah itu membaca. Oleh sebab itu ia meminta agar kader IPNU giat belajar dan membaca.
“Selaras dengan motto IPNU yakni belajar dan ayat pertama yang disampaikan Nabi Muhammad SAW yakni membaca. Maka kader IPNU wajib hukumnya belajar dan sering membaca,” tegasnya.
H. Hasyim kepala sekolah MTs Nasy’atul Muta’allimin Candi menyampaikan bahwa kegiatan motivasi belajar tersebut juga merupakan upaya untuk menyiapkan para kader agar tidak menyimpang dari ajaran Aswaja.
Sedangkan pemateri, ustadz Mansur dalam penyampaian materinya secara garis besar berpesan agar setiap sesuatu dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan tidak menyerah dalam memperjuangkannya.
“Sesuatu yang kita usahakan ini akan benar-benar terjadi jika kita tidak berhenti berjuang,” tutur Alumnus universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.
Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga menambahkan bahwa dalam melalui proses, harus siap ditempa dalam segala hal. Intelektual hanya dibutuhkan sepersen sedang sebagian besar adalah kekuatan spiritual.
“Jika ingin sukses, harus siap ditempa melalui proses. Spiritual 99% dan intelektual 1%,” tegasnya.
Editor: A. Warits Rovi

