Rubaru, NU Online Sumenep
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Basoka selama bulan ramadhan ini mengagendakan tiga kegiatan khatmil qur’an.
Kegiatan pertama Khotmil Qur’an terlaksana pada hari Ahad ( 25/4) atas intruksi langsung PC Ansor Sumenep agar semua Pimpinan Anak Cabang (PAC) mengadakan kegiatan di ranting masing-masing.
Pimpinan Ranting Desa Basoka Rubaru mengambil inisiatif untuk terlibat dalam kegiatan ini. Jatah yang diberikan oleh PAC Kecamatan Rubaru hanya lima kali Khatmil Qur’an. Khatmil qur’an yang pertama dilaksanakan di Masjid Nurus Syafaah dusun Batuguluk Desa Basoka Rubaru.
Pada kegiatan khatmil yang kedua terlaksana atas semangat bersama dari seluruh anggota Gerakan Pemuda Ansor Basoka. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu kemarin di kediaman sekretaris PR GP Ansor Basoka.
Kegiatan Khatmil Qur’an yang kedua dilaksanakan dalam rangka menyambut malam lailatul qadar yang dihadiri oleh perwakilan PC GP Ansor Sumenep, PAC GP Ansor Kecamatan Rubaru, Pimpinan Ranting sekecamatan Rubaru, serta kalangan NU Ranting Basoka.
Acara tersebut berlangsung meriah karena semua pihak dari para undangan menghadiri kegiatan tersebut. Ketua PAC GP Ansor Rubaru menuturkan bahwa, semangat perjuangan harus terus dibangun, salah satunya dengan mengadakan kegiatan yang berorentasi terhadap masyarakat.
Senada dengan pernyataan Ketua PR GP Ansor Basoka juga menuturkan, kegiatan demi kegiatan semoga memberikan manfaat bagi masyarakat, dan memberikan rangsangan kepada kaula muda dilingkungan sekitar agar ikut serta bergabung demi kemajuan NU kedepan.
Khatmil Qur’an ketiga dilaksanakan di salah satu rumah warga Dusun Batuguluk Desa Basoka, yang tertimpa musibah. Kegiatan ini banyak yang menyatakan bahwa Ansor benar benar bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Karena, menurut penuturan seorang aktifis, Ansor hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan kemasyarakatan.
Ketua ranting NU desa Basoka, Moh. Qurdi menyampaikan banyak terima kasih kepada segenap jajaran pengurus Ansor, karena organisasi otonom NU tidak akan pernah berjalan maksimal, apabila tidak saling bersanding sesama otonom, maka mustahil akan bergerak di tengah tengah masyarakat.
Editor : Abdul Warits

