Image Slider

Mustasyar NU Sumenep: Mengabdi di Ansor Jangan Mengharap Imbalan

Lenteng, NU Online Sumenep

Mengabdi di Ansor jangan mengharapkan gaji atau imbalan dari siapapun karena imbalannya nanti akan diberikan oleh Allah SWT.

Hal tersebut ditegaskan oleh KH Imam Hasyim dalam acara pelantikan pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (PR GP) Ansor Lembung Barat Periode 2020-2022 pada Senin (21/06/2021) yang dipusatkan di halaman SDN Lembung Barat, Lenteng.

Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini juga mengajak kepada seluruh pengurus yang telah dilantik untuk selalu mengabdikan diri dengan ikhlas.

“Pengabdian dan keikhlasan adalah dua makna kerja yang saling berhubungan. Pengabdian tanpa keikhlasan akan membawa bencana yang tiada akhir. Keikhlasan tanpa dibarengi dengan pengabdian adalah usaha yang teramat sia-sia. Karena akan menimbulkan ocehan kosong yang banyak membuang energi. Keikhlasan sangat di perlukan dalam pengabdian, karena dengan keikhlasan pengabdian akan menjadi berguna dan bermanfaat bagi semua orang. Namun sebaliknya pengabdian tanpa keikhlasan yang ada hanya sifat iri dan dengki serta menghalalkan segala cara dalam memberikan pelayanan dalam pengabdiannya,” ujarnya.

Menurut penyampaian beliau, keikhlasan ataupun ketulusan di zaman kekinian sangat jarang bahkan terhitung langka karena zaman kekinian yang menjadi pengabdian adalah nafsu.

“Dengan nafsu maka manusia menjual semua harga dirinya tanpa memikirkan akibat yang ia korbankan demi nafsunya. Karena bila nafsu sudah berbicara maka yang ada adalah penyimpangan dalam pengabdian. Sehingga begitu banyak masalah dan kasus yang terjadi di depan matanya. Jadi Pengadian dan keikhlasan sangat di butuhkan pada setiap perbuatan karena akan memberikan suasana yang damai dan tentram sehingga tercipta kesejahteraan dan kemakmuran dalam segala hal karena pengabdian yang berdasar pada keikhlasan. Bukan sebaliknya pengabdian hanya di jadikan batu loncatan untuk mendapatkan harta yang berlimpah serta kekuasaan yang tiada batas dan hukumnya,” tegasnya.

Disela-sela ceramahnya, beliau juga mengemukakan bahwa ada banyak pilihan berorganisasi, namun beliau mengingatkan, jangan sampai salah pilih. Pasalnya, pilihan yang salah akan mempengaruhi sikap dan perilaku yang bersangkutan ke depannya. Maka, NU organisasi yang didirikan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari adalah pilihan yang tepat untuk anak muda sesuai dengan latar belakangnya masing-masing.

“Anak muda saat ini, wajib aktif ikut organisasi, seperti di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) di tingkat pelajar, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di tingkat mahasiswa, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di tingkat sarjana, GP Ansor dan seterusnya,” jelasnya.

Sejumlah organisasi di atas didirikan oleh tokoh-tokoh dan ulama-ulama besar. Dalam mendirikan organisasi, mereka juga tak sembarangan. Ada tirakat-tirakat yang dilakukan guna meyakinkan keberadaan organisasi tersebut senantiasa memberikan manfaat.

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang besar, karena didirikan oleh ulama sekaliber KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang tak diragukan kealiman dan kejeniusannya,” Tuturnya.

Oleh karenanya, imbuh pria yang biasa disapa Kiai Imam ini, ulama-ulama terdahulu dan pengikutnya sangat jarang ditemui alpa dalam menghidupkan organisasi yang didirikan, meski banyak tantangan yang melintang.

“Tantangan tersebut juga tak semata tantangan yang dapat mengganggu eksistensi organisasi, namun lebih dari itu, berkaitan langsung dengan nyawa para ulama. Namun tambahnya, bagi ulama tidak ada waktu udzur dalam berjuang,” ungkap Kiai Imam.

Pewarta: Lukmanul Hakim
Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga