Gapura, NU Online Sumenep
Hari Ulang Tahun (HUT) Madrasah Taufiqurrahman, Desa Longos, Kecamatan Gapura Sumenep digelar sebagai bentuk refleksi pendidikan selama setahun.
Kali ini, di usia Yayasan Taufiqurrahman (YATRA) yang ke-39, perayaan tersebut dilaksanakan sebagai respon keseriusan lembaga dalam menjalankan tugas dan fungsi sekolah di era milenial.
Idris, ketua panitia pelaksana mengatakan, bahwa salah satu upaya untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik bisa ditempuh dengan cara memberikan ruang bagi siswa untuk menuangkan kreativitasnya di perayaan HUT tersebut.
Menurutnya, HUT tidak hanya sebagai simbol memasuki tahun ajaran baru. Melainkan sebuah ruang terbuka untuk unjuk kemampuan peserta didik selama setahun di bangku sekolah yang memungkinkan para wali murid tahu pada perkembangan anaknya.
“Kegiatan ini tidak hanya bisa dinikmati oleh siswa. Tetapi dengan adanya acara ini, wali murid bisa tahu terhadap perkembangan anak yang ditampilkan di malam pentas seni,” ujarnya pada NU Online, Kamis (24/06/2021).
Usai pelaksanaan wisuda, acara tersebut disusul dengan penampilan sejumlah siswa-siswi Taufiqurrahman yang menghafal Al-Qur’an juz 30 dan kitab Imriti yang berjumlah 250 bait.
Sementara itu, Baidlawi, yang mewakili ketua yayasan dalam sambutannya menyebutkan beberapa hal tentang perkembangan pendidikan di era modernisasi saat ini. Menurutnya, meski dunia pendidikan mengalami perkembangan pesat, tak menuntut YATRA untuk melepas kecirikhasannya yaitu menggodok siswa agar intens memperdalam ilmu agama.
Mantan kepala MTs Taufiqurrahman itu menegaskan, bahwa di Taufiqurrahman tetap memberikan mata pelajaran lokal dan kitab-kitab klasik yang jarang diberikan di lembaga pendidikan berlabel negeri. Sedangkan pengaplikasiannya lebih dilaksanakan di Madrasah Diniyahnya dengan cara menekankan praktik dari mata pelajaran tersebut.
“Di sini, kita memberikan pelajaran sesuai dengan karakter dan perkembangan siswa di usianya. Semisal bagaimana cara taharah, salat, jual-beli, dan sampai pada ilmu faraid,” jelasnya.
Di malam itu, KH. MD. Widadi Rahiem sebagai penceramah diberi kesempatan untuk menganugerahkan kenang-kenanangan pada siswa-siswi yang menjadi bintang pelajar, serta menyematkan voucher buku senilai tiga ratus ribu rupiah.
Pewarta: Helmy

