Image Slider

Kiai Wahab Minta Restu Sunan Ampel Mendirikan NU

Kota, NU Online Sumenep

KH Hasib Wahab Chasbullah turut memberikan sambutan secara offline dan online di acara Haul Emas Virtual 50 Tahun Almaghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah, Selasa (22/6/2021) di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Kiai sepuh yang menjabat sebagai Ketua Majelis Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, baik yang hadir secara fisik atau pun online.

“Atas nama keluarga besar Kiai Wahab dan Pesantren Tambakberas, kami ucapkan selamat datang di acara sakral ini yang disakiskan oleh 3 jutaan umat, khususnya nahdliyin,” ucapnya saat mengawali sambutannya.

Tak henti di situ, beliau bersyukur. Karena acara tersebut direlay oleh 250 channel youtube dan diperkirakan 4 jutaan subscribe.

“Terima kasih atas perhatiannya. Terutama Presiden RI, yakni Ir H Joko Widodo. Selamat ulang tahun bapak presiden yang ke 60. Semoga panjang umur, barakah, dan diberikan kekuatan dalam membawa Indonesia ke arah yang sempurna demi kemajuan rakyat,” katanya.

Alumni Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang ini menyampaikan sepak terjang mbah Wahab, yaitu menulis huruf ha’, ra’, ta’, dan mim di menara masjid Jami’ sebelum kemerdekaan Indonesia.

“Situs peninggalan beliau tertulis dalam menara yang beliau bangun. Makna dari huruf tersebut adalah mbah Wahab menginginkan kemerdekaan Indonesia secara sempurna,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan oleh undangan.

Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa sejak muda hingga akhir hayat, mbah Wahab memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Lewat Nahdlatul Wathan, Tujjarul Wathan, dan Tashwirul Afkar, NU terdeklarasikan. Beliau pahlawan nasional yang tangguh, dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Salah satu buktinya adalah mars Syubbanul Wathan yang sengaja diciptakan demi memompa semangat para pemuda untuk kemerdekaan Indonesia. Ingat, jangan sekali-kali lupakan sejarah,” sergahnya mantap.

Tirakat Kiai Wahab  

Pada saat itu, Kiai Hasib menceritakan bahwa sebelum NU berdiri, mbah Wahab tirakat di maqbaroh Sunan Ampel selama 3 hari 3 malam.

“Untuk mendapatkan ridha dan restu dari para awliya, mbah Wahab menulis surat. Kemudian beliau letakkan suratnya usai menggali tanah di area pemakaman. Ya Allah, ternyata surat tersebut tidak ada saat digali lagi oleh beliau. Saat itulah beliau mengatakan bahwa NU sudah direstui oleh Raden Rahmatullah,” jelasnya.

Dengan demikian, NU bukan organisasi kalengan. Karena oleh mbah Wahab ditirakati.

“Sayang sekali, sejarah ini tidak ditampilkan,” keluhnya penuh harap.

Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang ini menyitir dawuh Almaghfurlah KH Maimun Zubair bahwa mbah Wahab adalah inisiator dan penggerak NU.

“Jika tidak ada Kiai Wahab, tidak mungkin ada NU. Karena beliau adalah sosok yang lengkap. Maksudnya, alim, pintar, sakti dan ekonominya berkecukupan. Bayangkan, yang mendirikan PCNU di berbagai wilayah adalah mbah Wabah dengan menggunakan biaya sendiri. Semoga kita bisa meneladaninya,” pungkasnya.

Acara ini disiarkan langsung oleh Asosiasi Youtuber Santri Indonesia (Aysi) dengan official youtubenya Cita Entertainment.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga