Image Slider

Ketua PBNU: Perang Digital Harus Dimenangkan Santri

Kota, NU Online Sumenep

KH Said Aqil Siroj turut memberikan sambutan di acara Haul Emas Virtual 50 Tahun Almaghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah, Selasa (22/6/2021) di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari dan KH Abd Wahab Chasbullah sampai detik ini dihormati oleh seluruh umat.

“Semasa hidupnya, mbah Hasyim dan mbah Wahab dihormati oleh umat, meskipun wafat tetap dihormati oleh ribuan orang. Mengapa? Karena beliau sadar bahwa hidup ini membawa amanat Allah SWT yang dijalankan secara ikhlas. Amanat tersebut tertuang dalam gerakan visi-missinya, yakni tersebarnya Islam Ahlussunnah wal Jamaah, mendirikan pesantren atau lembaga pendidikan, dan memompa semangat nasionalisme pada seluruh bangsa,” ungkapnya saat mengawali sambutan.

Beliau menambahkan, amanat yang bersifat ilahiyah menjadi misi pertamanya, seperti menanamkan akidah dan mengajarkan syariat pada warga. Misi kedua adalah amanat yang bersifat manusiawi.

“Di zaman yang serba digital ini, kita dituntut cerdas, berijtihad, tanggap, dan harus siap menghadapi tantangan yang sangat kompleks,” sergahnya.

Alumni University of Umm al-Qurra Arab Saudi tersebut menyatakan bahwa di peradaban digitial ini, manusia ketergantungan pada teknologi.

“Karakter kepribadian anak bangsa bisa terpengaruh dengan masuknya faham asing lewat media online. Ini yang harus diwaspadai oleh generasi tua,” ucapnya.

Menurut alumni Universitas King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi tersebut menegaskan bahwa saat ini warga NU dan rakyat Indonesia telah menghadapi perang non fisik.

“Perang ini disebut perang peradaban dan harus dimenangkan oleh kita. Karena lebih berbahaya daripada perang fisik. Perang ini akan merubah cara pikir masyarakat, sehingga suatu bangsa akan tunduk pada bangsa lain dan diadudomba oleh beberapa oknum. Contohnya seperti perang di Timur Tengah. Faktor agama dan kesukuan menyebabkan perang saudara selama 40 tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, semua negara menciptakan perang digital agar manusia di bawah kendali mereka. Termasuk bisa mengetahui data base sebuah negara.

“Orang bangun tidur dicekoki dengan film, musik, game dan lainnya. Sasarannya adalah kalangan pemuda kita,” sergahnya.

Selain itu ada perang vaksin. Bagi negara yang mampu membuat vaksin terbaiknya, dialah pemenangnya.

“Inilah perang biologi. Vaksin menjadi panglima utama dalam mempengaruhi kebijakan sebuah Negara,” imbuhnya.

Perang selanjutnya adalah perang makanan, air, dan energi. Barang siapa yang memiliki ketiga sumber ini, maka akan menjadi penguasa global.

“Itulah potret era 5.0. Untuk itu kami mendorong kepada semua santri dan kader NU untuk menguasai digital dan meningkatkan kepedulian lingkungan hidup. Jangan membuang sampah sembarangan, dan kurangi polusi,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga