Gapura, NU Online Sumenep
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura menggelar Dialog Moderasi Agama, pada Senin (28/6/2021) di Aula Aswaja Lantai 2 Kantor MWCNU setempat.
Hadir sebagai narasumber, KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits, Masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, dan Iskandar Zulkarnain Dosen Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura.
Acara yang bertajuk ‘Indahnya Perbedaan dalam Bingkai Keberagamaan’ ini juga dihadiri oleh Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Gapura, lembaga dan badan otonom (Banom), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Gapura, serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Gapura.
Marsuto, Ketua Lakpesdam MWCNU Gapura menuturkan bahwa penting untuk menggelar kegiatan tersebut, guna mengedukasi berbagai pihak yang berkepentingan sebagai antisipasi adanya kekerasan atas nama negara.
“Acara ini sebenarnya penegasan dan persiapan untuk menyambut dinamika kehidupan yang terjadi, sebab HTI dan FPI meskipun sudah dibubarkan namun gerakan mereka sangat massif,” terangnya kepada NU Online Sumenep.
Lebih jauh, KH. Moh. Alwi, Ketua MWCNU Gapura dalam sambutannya menegaskan bahwa merawat keberagamaan di internal NU sangatlah penting. Sebab, di NU sendiri menurut beliau, seringkali terjadi perbedaan pendapat, namun tidak sampai saling menghujat, bahkan tetap menghormati satu sama lain.
“Di NU itu selalu mengutamakan Akhlaqul Karimah. Meski perbedaan pendapat selalu menyelimuti perjuangan dan pengabdian di NU, akan tetapi masih tetap saling menghormati satu sama lain,” ungkap beliau.
Menanggapi hal itu, Kahir, Camat Gapura berharap agar pemikiran dan gagasan gemilang yang dihasilkan dari dialog tersebut diketuk-tularkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab menurutnya, hal tersebut juga merupakan antisipasi bilamana muncul lagi persoalan yang dapat memecah belah kesatuan.
“Moderasi agama ini penting untuk mengantisipasi adanya kekerasan atas nama agama. Saya berharap pemikiran segar dari acara ini dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat Gapura,” ujarnya.
Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, acara ini dilangsungkan dengan rentetan kegiatan seremonial kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog. Mukhlisi, selaku pemandu acara atau moderator mengawali pengantar pembahasan mengenai moderasi beragama.
KH. Muhammad Shalahuddin A Warits membahas moderasi agama dari perspektif ekonomi-politik, sedangkan Iskandar Dzulkarnain dari sisi ideologi. Keduanya mengupas tuntas bagaimana mewujudkan moderasi beragama sebagai solusi di tengah tantangan kehidupan yang dinamis.
Editor: A. Warits Rovi

