Gapura, NU Online Sumenep.
Mereka melangkahi titian juang dengan motto “Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa”. Usianya masih muda belia. Di balik lingkar tautan jilbab ragam motif dan warna, sesekali tampak sedikit butiran keringat bening merempahi kening dan pipinya. Ada tawa dan senda seperlunya, juga percakapan-percakapn khas remaja. Sedang kedua tangannya ada yang sibuk mengemas dan ada yang sibuk memotong.
Semua kompak bekerja untuk merealisasikan program organisasinya; Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Itulah sepintas gambaran aktivitas anggota IPPNU Gapura saat membuat dan mengemas seblak kering di rumah Pembina IPPNU Gapura, Hj. Qanita Khairiyah.
Wakris Sa’adah, Ketua Pimpinan Anak Cabang (IPPNU) Gapura yang ditemui NU Online Sumenep pada Ahad (27/06/2021) mengatakan, bahwa jenis seblak kering itu dipilih sebagai produk unggulan PAC IPPNU Gapura karena selain tahan lama, juga banyak peminatnya, khususnya para remaja. Ada dua varian rasa yang tersedia; pedas dan original dengan patokan harga ramah kantong, yang biasa Rp. 2500 dan yang jumbo Rp. 5000. Kegiatan dari Divisi Minat dan Bakat yang dikomadani Waka III itu bertujuan untuk membangun kemandirian organisasi.
“Tujuannya agar IPPNU Gapura punya pemasukan demi organisasi yang mandiri,” ungkap Wakris dengan tegas.
Mahasiswi Institut Kariman Wirayudha (Inkadha) semester 3 ini juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan setiap dua kali seminggu, yaitu pada hari Rabu dan Ahad. Waktu yang hanya dua hari itu sebagai terobosan alternatif agar kegiatan belajar anggota tetap berjalan lancar meski harus bekerja untuk organisasi.
Sedangkan pemasaran produk tersebut, selain open pre-order, PAC IPPNU Gapura juga mendistribusikannya ke beberapa toko, koperasi, dan swalayan. Kadang kala menurut remaja yang biasa dipanggil Ki’ ini pemasaran juga didistribusikan ke pengurus ranting dan pengurus komisariat IPPNU yang tersebar di kecamatan Gapura.
Ditanya tentang perkembangan sekaligus respon masyarakat terhadap usaha tersebut, Wakris dengan senyum anggunya mengaku; perkembangan usaha itu semakin lancar dan banyak kalangan yang mengapresiasi, karena usaha tersebut menunjukkan upaya membangun sebuah kemandirian sehingga tidak menggantungkan sumber keuangan kepada proposal.
Rencanya ke depan dalam upaya mengembangkan usaha tersebut, timnya akan menjual produk itu secara online dan juga akan membentuk tim kurir yang bertugas mengirimkan produk ke konsumen.
“Rencana kami selanjutnya akan menjual seblak kering ini secara online. Selain itu kami juga akan membentuk tim kurir yang bertugas sebagai distributor agar produk mudah sampai ke konsumen,” tuturnya kepada NU Online Sumenep.
Sebaik-baik perjuangan dan cita-cita luhur adalah ketika ada upaya untuk memulai. Kemauan untuk memulai adalah wujud nyata sebuah dedikasi. Selamat berkarya IPPNU Gapura, kalian bagian terpenting dari roda dunia.
Editor: Ibnu Abbas

