Image Slider

Makna Sejati Kemeredakaan Indonesia bagi Warga NU

Oleh: Zubairi El-Karim

Kemerdekaan itu bukan kata formalistik yang dikumandangkan di lapangan upacara dengan pengeras suara yang nyaring sambil mengibarkan bendera Merah Putih diiringi suara koor yang syahdu dan mendayu. Kemerdekaan itu, bukan pidato retorik seremonial di ruang-ruang acara resmi pejabat negara, di mimbar-mimbar ceramah yang berapi-api, disambut riuh tepuk tangan dan suit panjang. Kemerdekaan itu, bukan dentuman nyanyian lagu-lagu perjuangan dalam hingar bingar lomba 17 Agustusan yang dinyanyikan anak-anak sekolah dasar, menengah dan atas, atau orator mahasiswa yang meledak-ledak di tengah lapangan atau saat demo di jalanan.

Kemerdekaan itu, lebih jauh maknanya dari itu semua, merasuk ke dalam jiwa, menjadi kulit, menjadi daging, menjadi tulang, menjadi ruh dan nafas yang dihembuskan setiap manusia miskin dan anak terlantar. Kemerdekaan itu, adalah hadirnya peran nyata kebijakan negara, dan kerja keras kalangan sipil di setiap peluh dan denyut nadi warga tak mampu. Kemerdekaan itu rasa yang bergelayut di setiap tetes air mata rakyat jelata di perkampungan kumuh jauh dari jalan aspal dan akses media.

Kemerdekaan itu, adalah sapu tangan penuh keringat para gelandangan dan pekerja serabutan yang merumahkan dirinya di bawah kali dan kolong jembatan. Kemerdekaan itu tangan-tangan lembut orang kuat dan perkasa yang mau berdiri seharian di atas tumpukan sampah saat masih banyak pemulung mengais rezeki mengerikan, karena negara belum sepenuhnya hadir menjawab soal-soal air mata.

Kemerdekaan itu, adalah sembako yang dikumpulkan dari kantong para pejabat saat pandemi, diantarkan sendiri ke gubuk-gubuk miskin warga terpinggir yang hidupnya tersisihkan oleh struktur ekonomi kapital.

Kemerdekaan itu, gemuruh beasiswa yang digelontorkan dari kantong negara, daerah dan desa, untuk menyekolahkan ribuan jiwa yang nyaris terputus karena putusnya urat kerja orang tua di pelosok desa. Sebab lapangan kerja semakin sulit, tak mampu bersaing dengan dunia kerja yang keras, dan keterampilan kerja makin mahal.

Kemerdekaan itu, adalah tangan-tangan dokter dan perawat yang turun ke desa dan kampung-kampung secara langsung guna mengedukasi kesehatan wong cilik, sekaligus menyembuhkan setiap penyakit pada setiap tubuh. Kemerdekaan itu, adalah biaya kesehatan yang makin murah dan terjangkau, dan jaminan kesehatan yang semakin merata bagi mereka yang papa.

Kemerdekaan itu, adalah hadirnya rumah warga miskin yang makin layak huni, di mana ventilasi udara dirasakan sejuk terhirup bebas tanpa polusi, sungai bersih airnya bening, satwa burung bernyanyi riang gembira pindah dari satu dahan dan ranting di pekarangan rumah kita, tanpa takut ancaman mata-mata peluru dari para predator.

Kemerdekaan itu, adalah gema sorogan guru-guru ngaji di masjid dan mushala di sudut kampung yang dalam, dan kicau anak-anak pesantren yang masih mengumandangkan Al-Qur’an setelah shalat maghrib berjamaah, serta riuh hafalan dan ngaji kitab kuning setiap saat, sehingga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah terus terpelihara menjadi penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadi deru nafas oksigen negeri dari gempuran aliran trans nasional.

Kemerdekaan itu, adalah keseimbangan peran negara dan kebebasan individu, di mana orang tak mudah memoncongkan bom hujatan dan cacian, menyebarkan cuitan berita hoax tak terkendali, membangun narasi kebencian semaunya, merongrong negara atas nama kebebasan bereskpresi dan berpendapat tanpa sekat tanpa batas.

Kemerdekaan itu, adalah semangat Hak Asasi Manusia (HAM) yang semakin seimbang. Semangat untuk memobilisasi publik bebas bertanggung jawab, menyatakan pendapat di muka umum guna mendorong partisipasi publik, mencerahkan pemahaman pada masalah kontroversial, dan memobilisasi publik mengontrol kekuasaan setiap saat dengan cara beradab.

Kemerdekaan itu, adalah gerak lincah tubuh negara ke sana kemari, lepas dari ikatan dan penguasaan bangsa asing dalam segala bentuknya. Kemerdekaan itu, adalah di mana anak bangsa dapat mengaktualisasikan api semangatnya dengan bebas tanpa ada pemaksaan dan kekerasan dari sesuatu di luar dirinya. Bebas belajar, bebas dari penjajahan, bebas dari tekanan, bebas dari intimidasi, bebas dari serbuan budaya asing yang memaksa diri menjadi bangsa lain.

Kemerdekaan itu, situasi di mana tidak boleh ada keadaan mengantarkan rakyat pada penjajahan gaya baru dan melahirkan penderitaan baru. Kemerdekaan itu, adalah kemerdekaan berfikir dan keterbukaan jiwa untuk memahami dengan benar hakikat kemerdekaan itu sendiri. Hakikat itu bukanlah kulit kosong tapi isi yang padat bergizi. Isi itu, sesuatu yang ada di dalam bukan yang ada di luar. Mengisi kemerdekaan itu, memaknai kemerdekaan secara hakiki .

Kemerdekaan itu, adalah nikmat yang dirasakan sebagai buah dari kemerdekaan, berupa keadilan, berupa kesetaraan, berupa kesejahteraan, berupa kemanusiaan. Kemerdekaan itu, bukanlah tujuan. Kemerdekaan hanya jembatan penyeberangan agar Indonesia menemukan rumah kesejahteraannya yang lebih baik. Tujuan kemerdekaan sebenarnya, telah tercantum dalam Mukadimah Undang-Udang Dasar (UUD) 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

Kemerdekaan itu, adalah kesadaran bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Besar energinya, besar cita-citanya, besar pula masalahnya. Masalah terbesar kemerdekaan itu, bukan menghadapi kekuatan bangsa asing tapi melawan bangsa sendiri yang ingin merobohkan negeri dengan berbagai narasi, provokasi dan intimidasi.

Kemerdekaan itu, adalah kesadaran diri bahwa diri adalah bagian dari diri yang lain. Jika diri baik maka akan membaikkan banyak diri yang lain, mengutuhkan masyarakat bangsa dan negara.

Jadilah diri yang merdeka, bebas berekspresi tapi tetap dalam bingkai NKRI, bukan bebas sebebas bebasnya.

*) Wakil Ketua PCNU Sumenep dan Dosen Stidar Ganding, Sumenep

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga