Pasongsongan, NU Online Sumenep
Dalam beberapa pekan terakhir ini, para pedagang di Pasar Tradisional Pasongsongan mengeluh akibat sepinya pengunjung. Syaiful Anwar (38), penjual kacamata di pasar tradisional tersebut menuturkan, sepinya pengunjung sebenarnya sudah ia rasakan sejak Covid-19 menjadi pandemi, lebih-lebih dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga pada level 3 ini.
Namun, pria yang akrab disapa Bang Ipul sadar bahwa PPKM tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menanggulangi lonjakan Covid-19. Usaha pemerintah tersebut, bagi dirinya harus didukung dengan sepenuh hati layaknya keikhlasan rakyat tempo dulu saat dihadapkan dengan konsekwensi perang dunia I dan II.
“Bedanya, yang kita hadapi saat ini bukan merian dan bedil, melainkan sebuah virus yang mewabah. Bila hal itu disepelekan dengan mengindahkan protokol kesehatan (prokes), dampaknya justru akan lebih mengerikan dari perang melawan penjajah,” katanya saat ditemui NU Online Sumenep, dalam merefleksikan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76, Selasa (17/08/21).
Karena itu, dirinya berharap agar Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76 tahun ini menjadi momentum yang mampu menumbuhkan spirit bersama dalam memerangi Covid-19.
“Untuk mengakhiri pandemi Covid-19, langkah kita harus sama. Bukan asal percaya pada simpang siur informasi yang tak jelas,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapan Buhati (39). Bagi dirinya, menanamkan semangat juang para pahlawan terdahulu sangat penting dalam merefleksikan HUT RI kali ini. Pasalnya, rapuhnya perekonomian akibat pandemi yang belum usai ini benar-benar dia rasakan sebagai satu-satunya penjual kopi di pasar tradisional tersebut.
Namun, janda beranak satu itu menyayangkan sikap beberapa pihak yang justru memperparah situasi pandemi dengan menebar informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Yang bukan pakar juga ikut ngumong ini dan itu tentang corona dan vaksinasinya. Akibatnya, situasi pandemi ini semakin mengenaskan. Apakah mereka tidak kasihan melihat nasib saya ini yang dengan terpaksa harus gali lubang tutup lubang,” tandasnya.
Karena itu, dirinya berharap agar HUT RI tahun ini bisa menumbuhkan kesadaran kolektif untuk segera mengakhiri pandemi Covid-19 dengan tetap patuh pada prokes dan melakukan suntik vaksin.
“Bagi kami, merdeka hari ini adalah terbebas dari Covid-19. Patuh pada prokes dan melakukan suntik vaksin merupakan bentuk perlawanan kami demi mengakhiri pandemi ini,” pukasnya.
Editor: Ibnu Abbas

