Image Slider

Andre Dewanto, Wakil Ketua NU Jatim, Sosok Organisatoris yang Egaliter

Pragaan, NU Online Sumenep
Kepergian Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Andre Dewanto pada Kamis (29/7/2021) menyisakan rasa duka serta tetes air mata bagi sahabat dan kolega-koleganya. Mereka semua merasa kehilangan atas kepergian sosok yang pernah menjadi ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi ini.

Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril. Pemuda kelahiran desa Pakamban Daya Pragaan Sumenep ini menyatakan kepedihannya yang mendalam atas kepergian almarhum saat dihubungi oleh kontributor NU Online Sumenep via aplikasi Whatsapp.

Safril bercerita tentang betapa militannya Mas Andre, sapaan akrab almarhum, dalam mengabdi di organisasi. “Tahun 2014 lalu beliau diangkat menjadi pengurus PW GP Ansor Jatim. Untuk sosok selevel beliau, saya dan bahkan teman-teman pada saat itu mengira kalau beliau hanya akan numpang nama,” tuturnya.

“Tapi perkiraan saya salah total, beliau aktif dari awal sampai akhir jabatan. Tidak jarang Mas Andre juga ikut tidur di sekretariat Ansor bersama sahabat-sahabatnya yang lain tanpa adanya sekat sosial. ‘Aku sudah seminggu gak ketemu sama istriku mas,’ ujarnya kepada saya suatu ketika,” kenang Koordinator Ansoruna Bussines School Jawa Timur ini.

Selain itu almarhum yang merupakan suami dari Hikmah Bafaqih, Mantan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur ini dikenal pula sebagai pribadi yang egaliter. “Beliau sering menghadiri acara Ansor tingkat anak cabang dan ranting. Mas Andre juga rela hadir dalam acara diskusi di komisariat-komisariat PMII serta berbaur dengan kader yang ada di situ.”

Bicara tentang spiritualitas, tak ada yang perlu diragukan lagi beliau. Safril mengatakan sering mendapatinya membaca al-Qur’an, hizib, rotib, dan kalimat thayyibah lainnya saat dalam perjalanan. “Ketika berkunjung ke suatu tempat, beliau pasti meluangkan waktu untuk menziarahi makam para wali di situ,’ ucap mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya ini.

“Peristiwa paling berkesan yaitu ketika kami ke Jakarta dan berbincang dengan seorang pejabat yang membangun wahana wisata dan penginapan. Setelah orang itu usai berbicara tentang bisnisnya, mas Andre tiba-tiba berkata, ‘Nanti pengunjung yang mau menginap disini tolong di cek surat nikahnya ya pak. Jangan sampai sampean ikut dosa karena lalai membiarkan orang bermaksiat di tempat ini.’ Si pejabat pun menjadi diam seketika,” pungkas Safril di akhir cerita.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga