Nonggunong, NU Online Sumenep
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Somber, Nonggunong, kembali menggelar kegiatan rutin bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA), Senin (13/06/2022) di kediaman Nurhasan, Dusun Kamoneng, Desa Somber, Nonggunong, Sumenep.
Ketua PR GP Ansor Somber Ahmad Junaidi mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar sebulan sekali secara bergiliran ke rumah anggota ranting se-Desa Somber.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahim antar sesama pengurus. Di mana dalam satu bulan kemarin sempat diganti dengan Khatmil Qur’an dikarenakan memasuki bulan Ramadhan,” ucapnya.
Ia juga berharap, kader Ansor, baik itu di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) ataupun di ranting bisa lebih aktif bergerak di tengah masyarakat.
“Untuk itu saya berharap pada kader bisa lebih aktif lagi dan lebih keras lagi dalam berjuang di Nahdlatul Ulama (NU), sehingga manfaatnya bisa terasa di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Imam Sibawi menyampaikan, untuk menjadi Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu mudah, akan tetapi untuk menjalankannya tidak mudah. Artinya, berkhidmat di Ansor dan semi otonom lainnya, penuh dengan tantangan.
“Banyak sekali liku-liku kader saat berkhidmat. Tantangannya luar biasa, banyak masyarakat yang memuji Ansor dan Banser, tetapi tidak sedikit yang membuli. Untuk itu menjadi kader memang benar-benar panggilan jiwa,” terangnya.
Dikatakan pula, terik matahari, hujan dan bulian, bukanlah tantangan bagi kader Ansor dan Banser. Tantangan tersebut sudah menjadi makanan sehari-hari saat menjalankan tanggung jawabnya, sebagaimana diucapkan saat pembaiatan.
“Yang paling berat bukan hanya mengawal ulama di dunia nyata saja, tapi di dunia maya. Banyak sekali ulama NU menjadi bahan bulian dari oknum yang mempunyai kepentingan untuk mengubah ideologi Pancasila menjadi Khilafah. Maka dari itu, ini menjadi tugas kita bersama untuk mengantisipasi hal tersebut,” pungkasnya.
Editor: A Warits Rovi

