Image Slider

Ansor Prenduan Nyatakan Siap Gelar PKD Mandiri

Pragaan, NU Online Sumenep

Ranting adalah tumpuan kader dan ruh NU. Mereka lebih dekat dengan masyarakat dalam mensyiarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Guna memperkuat amaliyah, fikrah, dan harakah NU, pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Prenduan, menggelar penguatan ranting yang dipusatkan di auditorium Pondok Pesantren Al-Qororul Makin, Cecce’ Laok, Senin malam (31/5/2021).

Di hadapan Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor, Satuan Koordinasi Cabang (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) setempat, Gus Ahmad Hirzi menegaskan bahwa kepengurusan kali ini menyatakan siap untuk mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) secara mandiri.

“Pada malam ini, ada ratusan lebih calon kader yang menyatakan siap untuk berkhidmat di Ansor maupun di Banser. Mereka semua berasal dari organisasi kepemudaan, seperti Ikatan Pemuda Sarkoju’ (IPS), Karang Taruna, group hadrah, club futsal, dan lainnya,” ungkap dewan pembina PR GP Ansor Prenduaan saat mengawali sambutannya yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Di kesempatan yang sama, Imam Ghazali mengapresiasi gerakan ini dan meminta untuk dipertahankan walaupun dirinya kelak akan demisioner dari kepengurusan.

Ketua PAC GP Ansor Pragaan tersebut juga menjelaskan pada calon kader tentang tiga semi otonom Ansor yang selama ini mewarnai dakwah NU di berbagai pedesaan. Pertama, Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) yang bersikukuh mempertahankan amaliyah NU walaupun di bid’ah-bid’ahkan oleh sebagian oknum.

“Isi kegiatannya adalah ngaji kitab karangan muassis, shalawat nabi, khatmil Qur’an, pembacaan Ratibul Haddad, dan pelestarian kesenian hadrah al-banjari. Kali ini Ranting Prenduan menemukan mentor yang nantinya akan memandu jalannya pengajian kitab Risalah Ahlusunnah wal Jamaah, yakni Kiai M Tibyan Syuja’,” ucapnya.

Selanjutnya yang kedua adalah Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) yang getol mensosialisasikan bahaya Narkoba dan minuman keras pada generasi muda secara anjangsana.

“Baanar sering bermitra dengan Polres dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumenep untuk mencegah dan mengurangi penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras. Jangan kaget, jika para calon melihat teman-teman Ansor menjadi relawan. Karena perang mereka adalah melawan Narkoba,” sergahnya mantan Ketua Baanar Pragaan itu.

Tak sampai di situ, untuk sosialisasinya akan dipandu langsung oleh ahli, seperti Polres atau pun Polsek, BNN, terkadang tenaga medis juga dilibatkan.

“Inilah cara kami dalam membaca kendala-kendala yang mencuat di lapangan, sehingga relawan terus bersinergi dengan tokoh agama untuk memberantas obat-obatan haram yang bisa melemahkan IQ remaja dan pemuda,” tambahnya mantap.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut melanjutkannya, semi otonom ketiga adalah Banser yang istiqamah mengamankan program-program lembaga sebagai departemtasi NU, seluruh Badan Otonom NU, dan pesantren atau lembaga pendidikan.  

“Jika kalian ikut Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar), maka kalian akan dilatih memiliki kedisiplinan, dedikasi tinggi, ketahanan fisik, mental yang tangguh, penuh daya juang, dan religius yang berperan sebagai benteng ulama dan habaib,” terangnya menggebu-gebu.

Selain itu, sebagai perangkat organisasi Ansor, Banser menjadi perekat hubungan silaturrahim dan menumbuhkan rasa solidaritas kemanusian.

“Niatkan untuk mengabdi di NU. Karena Ansor saat ini adalah NU masa depan. Oleh karenanya, kami mengimbau kepada seluruh pengurus ranting yang hadir pada malam ini untuk menyempurnakan kekurangannya dan menjalin komunikasi dengan PAC demi menemukan solusi terbaik,” tandasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga