Bluto, NU Online Sumenep
Kisah inspiratif terkadang tumbuh dari seseorang yang penuh keterbatasan. Sebab di dalam dirinya terdapat tekad yang kuat nan bulat untuk bangkit, Setidaknya agar sama dengan mereka yang normal, bahkan bisa saja melebihi.
Seperti Aswari, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep. Pria difabel tuna daksa itu menjadi utusan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur di ajang Penyuluh Agama Islam Award Tahun 2025.
Terpilihnya Aswari di ajang bergengsi tingkat nasional tersebut tidaklah mudah. Ia telah melalui proses ketat dan panjang. Bermula dari tahap seleksi tingkat kabupaten sampai provinsi. Hingga dipercaya menjadi salah satu kontingen Jawa Timur di bidang Pendampingan Kelompok Rentan.
A’wan Syuriah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto itu meyakini bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi dirinya untuk menginspirasi banyak orang. Tak ayal, kegigihan dan kesabarannya dalam berproses selama ini telah membuahkan hasil.
“Di mata saya, kondisi seperti yang saya alami adalah anugerah Tuhan. Makanya saya bersemangat untuk mendorong teman-teman saya memiliki semangat yang sama. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” kata Aswari, Sabtu, (17/05/2025).
Tentu saja, prestasi tersebut membanggakan semua pihak. Utamanya bagi Kepala Kemenag Sumenep, Kiai Abdul Wasid. Sejak awal, Aswari memang dikenal sebagai penyuluh teladan. Kegigihan dan keikhlasannya mendampingi umat tidak diragukan lagi.
“Saya yakin Kiai Aswari dapat membanggakan Sumenep bahkan Jawa Timur, patut kita contoh semangat dan kegigihannya,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Sumenep itu.
Sebagai informasi, Penyuluh Agama Islam Award adalah bentuk penghargaan yang diberikan kepada para penyuluh agama Islam, baik yang berstatus PNS maupun non-PNS. Atas dedikasi, inovasi, dan kontribusi mereka dalam membina umat serta menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat di tengah masyarakat.
Editor: Ibnu Abbas

