Image Slider

Bahtsul Masail NU Sumenep, Konsolidasi Menyambut An-Nahdlah Ats-Tsaniyah

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Bahtsul Masail Bulanan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep kembali digelar di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk tepatnya di Pondok Pesantren Mathla’un Najah Angsana Bragung Guluk-Guluk Sumenep pada Minggu, (13/6/2021).

Hadir dalam acara ini, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di bawah naungan PCNU, dan MWCNU se-Kabupaten Sumenep.

Acara yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat ini memiliki berbagai rentetan agenda. Diantaranya, Taujihat oleh Rais PCNU Sumenep, Sosialisasi Potensi dan Prediksi Tsunami oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumenep.

Sebagaimana diketahui, Bahtsul Masail ini dibagi dua segmen. Yakni, komisi Syuriah dan komisi Tanfidziyah. Masing-masing komisi memiliki rangkaian acara yang berbeda.

Untuk di komisi Syuriah, membahas beberapa materi yang Bahtsul Masailkan mengenai Permainan Capit Boneka dan Nasib Seorang Nelayan.

Sedangkan di komisi Tanfidziyah, antara lain Laporan Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) Ramadhan oleh NU-Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep, Pola Dakwah Digital oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU), kemudian sekolah unggulan oleh Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.

KH. Hafidhi Sarbini, Rais PCNU Sumenep dalam Taujihatnya menyampaikan bahwa sejatinya bagi warga NU tidak ada halangan untuk aktif di partai politik tertentu. Akan tetapi justru NU dalam hal ini memberikan kebebasan aspirasi politik warga NU di partai manapun selama ideologinya tidak bertegangan dengan apa yang selama ini diperjuangan.

“Silahkan orang NU mau aktif dipartai apa saja. Itu adalah hak masing-masing kita untuk mengimplementasikan misi politik. Akan tetapi jangan sampai merendahkan integritas dan elektabilitas NU,” ujar beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa para Muassis dan Ulama NU sejak awal telah memberikan pelajaran penting dan menjaga kerukunan bersama. Berbeda latarbelakang dan pilihan politik, tidak menjadikannya sebagai alasan untuk bermusuhan.

“Gus Dur dulu ketika mau dilengserkan dari jabatan politik sebagai Presiden Republik Indonesia, beliau menerima. Sebab beliau tidak menginginkan terjadi pertumpahan darah. Ini merupakan pelajaran penting bagi kita. Itu sudah jabatan Presiden, beliau mengalah. Apalagi hanya ditingkat desa atau kabupaten. Jangan sampai saling bermusuhan,” imbuhnya.

Bahkan beliau juga mengingatkan kepada semua peserta yang hadir terkait praktik politik uang yang marak terjadi di tengah dinamika politik di semua jenjang. Karenanya beliau menegaskan bahwa tetap haramnya hukumnya menerima uang dalam rangka kepentingan politik tersebut.

Sementara itu, ditempat terpisah, KH. A. Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep di Komisi Tanfidziyah menyampaikan bahwa menyambut NU di abad kedua ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Guna menjawab tantangan perkembangan zaman.

Pertama, bagaimana melalui LP Ma’arif NU, mulai dikembangkan sekolah-sekolah unggulan. Namun unggulan yang dimaksud adalah ideologi. Sehingga menjadi corong sekolah ideologis unggulan yang baik di Sumenep.

“Salah satu contohnya di Gapura, sudah mulai merancang untuk mendirikan sekolah unggulan. Saya berharap di beberapa daerah lain juga memiliki semangat yang sama,” ungkap beliau.

Yang kedua, kebangkitan ekonomi warga NU. Melalui pemberdayaan ekonomi ini nantinya akan tercipta kemandirian. Sehingga integritas NU semakin berdaya dan kokoh menghadapi era globalisasi yang menerapkan sistem ekonomi liberal ini.

“Menyambut Satu Abad NU, PWNU Jawa Timur mengajak kepada kita semua untuk membangkitkan ekonomi. Bahkan BMT NU mencanangkan akan mendirikan 100 kantor cabang di momentum satu abad nanti,” tegas beliau.

Kiai yang juga Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini juga meneruskan bahwa, selain sekolah unggulan dan kemandirian ekonomi, juga bagaimana NU sudah mulai harus melek tekhnologi. Salah satu yang perlu dirancang adalah pola dakwah digital.

Karena itu, melalui LTN NU, diharapkan digitalisasi dakwah di media sosial ke depan terus massif dilakukan. Tentu dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga