Image Slider

Kiai Pandji Dorong Pengurus NU Jaga Silaturrahim Lahir dan Batin

Batuan, NU Online Sumenep

Banyak cara yang dilakukan oleh ulama dan pesantren dalam mempertahankan ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan nahdliyah. Salah satunya adalah hahal bihalal yang dijadikan media dan pondasi pemersatu keberagaman demi menautkan nilai-nilai keislaman.

Berangkat dari latarbelakang ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menyelenggarakan halal bihalal sebagai media silaturrahim, konsolidasi, dan nyo’on pamanggi atau memohon pendapat dan pemikiran demi memperkuat khidmat NU menjelang An-Nahdlah Ats-Tsaniyah, Sabtu (12/6/2021) di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Batuan, Sumenep.

Dalam sambutanya KH. A. Pandji Taufiq menuturkan, pertemuan tersebut untuk memperluas tali silaturrahim antar syuriyah, tanfidziyah, dan pengasuh pondok pesantren lintas Kabupaten.

Ketua PCNU Sumenep tersebut menyampaikan keinginan pengurus pada audien yang notabene dari kalangan masyaikh. Pertama, nahdliyin harus memaknai silaturrahim secara lahir dan batin.

“Bersilaturrahim dibangun dari hati ke hati, sehingga antara PCNU, MWCNU, PRNU, PARNU dan komponen lainnya bisa saling melengkapi. Kami membutuhkan keterlibatan teman-teman lembaga, Badan Otonom (Banom) NU, pesantren, dan madrasah ke arah yang satu, sehingga warga Sumenep betul-betul NU secara dhahiran wa bathinan,” pintanya.

Pemintaan kedua yang adalah doa dalam mengemban amanah yang berat ini. Pria yang tiga periode menjabat sebagai Ketua PCNU Sumenep tersebut mengajak kepada audien untuk mentradisikan mengirim fatihah kepada sesama nahdliyin.

“Kami bersama KH Hafidhi Sarbini membiasakan mengirim fatihah ke seluruh pengurus NU. Ini bisa dijadikan contoh dan tradisi bagi nadhliyin. Termasuk tradisi saling hormat menghormati harus dibiasakan agar dicontoh oleh generasi muda,” harapnya.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu menyadari bahwa hal yang mustahil, sekarang mustahal. Dulu tidak ada, sekarang ada, bahkan marak di berbagai media sosial.

“Narkoba sekarang mulai merambah ke lingkungan pendidikan. Dulu tidak ada fenomena ini, sekarang terjadi di mana-mana. Ditambah lagi problem sosal lainnya, yang mana menjadi tugas kita bersama. Oleh karenanya, kami memohon kepada jajaran kiai untuk mendoakan kami agar diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah ini,” ungkapnya

Di akhir sambutannya, dirinya mengajak audien untuk melibatkan Mustasyar dan A’wan.

“Jangan hanya terpampang di papan struktur dan SK. Sowani dan libatkan beliau dalam berbagai macam kegiatan. Termasuk kita bisa meminta wejangan dan arahan kepada beliau dalam mengembangkan organisasi ini,” pungkasnya.

Acara dihadiri oleh seluruh pengasuh pondok pesantren, pengurus harian PCNU, 18 Ketua lembaga di lingkungan cabang, 11 Ketua Banom NU di tingkat cabang, Rais dan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep.

Pewarta: Firdausi
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga