Gapura, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Timur Daya, meliputi Kecamatan Gapura, Dungkek, Batang-Batang dan Batuputih kembali menggelar rapat konsolidasi. Rabu, (1/6/2022). Bertempat di Aula Aswaja MWCNU Gapura.
Dalam rapat konsolidasi tersebut, MWCNU se-Timur Daya melahirkan beberapa konsensus. Adapun keputusan yang dihasilkan itu erat kaitannya dengan peran Nahdlatul Ulama di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Koordinator MWCNU se-Timur Daya, Norman menjelaskan, ada empat poin yang disepakati. Pertama, forum menyepakati untuk menghidupkan kembali sinergi MWCNU se-Timur Daya. Hal demikian dianggap penting dalam rangka meningkatkan kebersamaan.
“MWCNU se-Timur Daya harus dihidupkan kembali agar lebih masif bergerak di masyarakat, bahkan kegiatan NU Timur Daya tetap berkelanjutan,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.
Kedua, menyepakati adanya pertemuan rutin yang diisi kajian kitab tematik ke-NU-an setiap tiga bulan sekali. Di pertemuan itu pula, akan membahas beberapa hal kaitannya dengan internal organisasi, maupun eksternal, yakni sosial kemasyarakatan.
“Lalu yang ketiga, kami bersepakat untuk mengadakan acara tahunan di bulan Muharram yang dikemas dengan Haul Muassis. Penyelenggaranya MWCNU se-Timur Daya,” imbuhnya.
Kemudian yang keempat, persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan, sosial, politik dan lain sebagainya, menjadi atensi MWCNU se-Timur Daya untuk disikapi bersama.
Empat keputusan tersebut, menurut Norman, berangkat dari kesadaran bersama bahwa setiap pengurus NU adalah pelayan masyarakat, atau khadimul ummah. Sehingga diperlukan adanya gerakan bersama.
“Ya ini berangkat dari kesadaran kita semua bahwa setiap pengurus NU itu adalah khadimul ummah. Jadi terobosan semacam ini perlu kita lakukan,” tegasnya.
Adapun yang hadir dalam rapat konsolidasi tersebut, Rais dan Ketua MWCNU Gapura, KH. Fadhail dan KH. Moh. Alwi. Rais dan Ketua MWCNU Batang-Batang, KH. Ishaq dan Kiai Mashuri, Rais dan Ketua MWCNU Dungkek, KH. Roji Fawaid dan H. Alvin Niam, serta Ketua MWCNU Batuputih, KH. Ali Wafa.
Sekedar diketahui, sinergi empat MWCNU itu disebut Timur Daya karena berdasarkan garis mata angin, keempat MWCNU tersebut berada di timur laut, atau dalam bahasa Madura dikenal dengan istilah timur daya.
Editor: Ibnu Abbas

