Guluk-guluk, NU Online Sumenep
Pemuda merupakan orang yang diharapkan untuk perubahan pada lingkungan sosial. Sebab itu, keterlibatannya dalam mendukung program sosial kemasyarakatan sangat diharapkan.
Seperti partisipasi empat mahasiswa PP. Annuqayah Guluk guluk yang lolos menjadi perwakilan dalam memberdayakan sosial melalui program Pejuang Muda Program Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia kolaborasi dengan Kemendikbud RI dalam suksesi Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).
Tiga di antara empat mahasiswa ini sedang menempuh studi di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) yaitu Ahmad Sanusi, Moh. Syairofi, dan Budiyanto. Sedangkan, satu mahasiswi sedang menempuh studi di Kampus Institut Sains dan Teknologi Annuqayah (IST Annuqayah) yaitu Sri Riani Wulandari.
“Dari Annuqayah semua 4 orang, 3 mahasiswa Instika, 1 mahasiswa IST Annuqayah,” sebut Moh. Faiq, Biro Kemahasiswaan dan Alumni IST Annuqayah, Guluk-guluk pada Sabtu (16/10/2021).
Sanusi, salah satu mahasiswa yang lolos mengikuti program ini menilai jika program Pejuang Muda ini menarik karena sebagai ruang aktualisasi atas apa yang dia pelajari selama ini. Meski awalnya mengaku sempat ragu dan kurang yakin dirinya bakal diterima dalam rekrutmen program tersebut.
Pasalnya, putra almarhum Asmawi dan Ibu Ahmani menyadari dirinya bukanlah siapa-siapa, hanya pemuda desa yang berbekal tekad bulat saja.
“Alhamdulillah, setelah menyelesaikan semua proses rekrutmennya, saya diterima dan termasuk 5000 Pejuang Muda dari 11.109 orang pendaftar,” ucap Sanusi kepada NU Online Sumenep.
Alumnus Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura itu, menyadari bahwa berstatus mahasiswa saja tidak cukup. Belajar teori dikampus pun juga tidak cukup, tetapi pemuda hari ini harus punya peran nyata di masyarakat.
“Dan saya menganggap program Kemensos ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkarya dan mengaplikasikan atas ilmu yang diperoleh dikampus,” tegas Ketua Komisariat PMII Guluk-guluk ini.
Ditanya tugas dan fungsinya sebagai Pejuang Muda, mahasiswa Instika Guluk-guluk itu menyebutkan, dalam pelaksanaanya nanti, pejuang muda akan mengemban tugas di Pengembangan Program Bansos.
Kemudian, Pemberdayaan Fakir Miskin dan Lanjut Usia (Lansia). Pola Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan, terakhir, fokus pengawasan Fasilitas Untuk Kepentingan Umum.
“Ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, saatnya mengamalkan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah dan kampus,” ujar Sanusi melanjutkan.
“Semoga apa yang kita lakukan nanti bernilai ibadah dan pengabdian kepada negara,” pungkasnya.
Editor : Ibnu Abbas

