Image Slider

Fadilah dan Etika Berdoa pada Allah

Berdoa menjadi cara umat Islam, khususnya Nahdliyin saat berkomunikasi dengan Allah SWT. Setiap hari, umat Islam berdoa, seperti memohon perlindungan, rezeki, ampunan dan sebagainya.

Umat Islam berdoa pada Allah mulai di pagi hari hingga malam hari. Sebagaimana Rasulullah SAW membaca doa di pagi hari.

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Artinya: Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali. (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

Dengan demikian, berdoa adalah memanjatkan permohonan pada Allah SWT agar dikabulkan-Nya. Rasulullah menjelaskan fadilah berdoa, yaitu: mendapatkan ridla, rahmat, petunjuk, ampunan, keluasan rezeki, mendatangkan kebaikan, menolak kemudharatan, musibah, dan memudahkan kesulitan. Allah mencintai orang-orang yang berdoa dan menjadikannya dekat dengan-Nya.

Bagi Nahdliyin yang memohon kepada Allah harus memperhatikan etika dan sopan santun.

1. Memohon hanya kepada Allah.

2. Memohon pada keadaan yang mulia, seperti bersujud saat shalat fardhu, setelah shalat fardhu, ketika berpuasa, dan lainnya.

3. Menghadap kiblat seraya mengangkat kedua tangan.

4. Merendahkan diri, khusyuk dan takut akan murka Allah.

5. Melembutkan suara.

6. Menyatakan permohonan dengan baik dan tegas tanpa tergesa-gesa.

7. Tidak memohon keburukan bagi diri sendiri dan orang lain.

8. Bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang dilakukannya.

9. Memulai permohonan dengan menyebut salah satu asmaul husna, kalimat tauhid, tahmid, dan bershalawat.

10. Menutup permohonan dengan bertahmid dan bershalawat. Kemudian mengusapkan kedua tangan ke wajah.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga