Kota, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep membuka rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU dengan berbagai program Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lantai 2 Kantor PCNU Sumenep, Kamis (05/03/2026).
Kegiatan dimulai dengan Khatmil Qur’an dan tahlil bersama untuk almarhumah Ning Hj Margaret Aliyatul Maimunah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada perempuan dhuafa dan terakhir ditutup dengan buka puasa bersama.
Ketua panitia, Juwairiyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa santunan tersebut bersumber dari beberapa donatur dan simpatisan Fatayat NU, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep, zakat mal sahabat PC Fatayat NU Sumenep, serta zakat fitrah dari para kader PC Fatayat NU Sumenep.
“Santunan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako yang disalurkan melalui 23 PAC Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep dengan nominal yang telah ditentukan,” ujarnya.
Sementara, Nyai Hj Dina Kamilia Muafi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial kader Fatayat NU kepada masyarakat. Ia berharap, seluruh kader Fatayat NU di setiap tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR), hingga Pimpinan Anak Ranting (PAR) untuk terus menjaga kekompakan.
“Kekompakan semua kader dan anggota Fatayat di setiap tingkatan akan terus menguatkan khidmah bersama dalam armada Banom NU bernama Fatayat,” ujarnya.
Neng Dina berharap, kisah-kisah perjuangan almarhumah Ketum PP Fatayat NU, Ning Hj Margaret Aliyatul Maimunah, dapat dijadikan refleksi bagi kader Fatayat NU di Sumenep dalam melanjutkan perjuangan.
“Almarhumah meninggalkan banyak sekali warisan kebaikan dalam program yang dicanangkan untuk dilaksanakan dalam organisasi Fatayat NU ini,” katanya.
Perlu diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim, Pembina Fatayat NU, Dewan Kehormatan, dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep.
Editor: Moh Khoirus Shadiqin

