Image Slider

Fatayat NU Sumenep Kukuhkan Forum Da’iyah Fatayat

Kota, NU Online Sumenep
Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Sumenep menggelar kegiatan Ngaji Asela Asareng Fordaf dan Pengukuhan Forum Da’iyah Fatayat (Fordaf) Periode 2022-2024, Jum’at (25/03/2022) di Aula KH Abd Kholil Pondok Pesantren Al-Usymuni Tarate, Pandian, Sumenep.

Kegiatan yang bertajuk ‘Mencetak Da’iyah Aswaja An-Nahdliyah’ ini menghadirkan penyaji Ny Hj Bashirotul Hidayah selaku Ketua Fordaf Jawa Timur dan Ny Hj Choirun Nisa’ sebagai Pembina PC Fatayat NU Sumenep.

Penyaji pertama, Ny Hj Bashirotul Hidayah menjelaskan bahwa seorang da’iyah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah itu harus ngaji dengan bersanad kepada para ulama.

“Dalam ilmu aqidah kita harus ikut pandangan Al-Maturidiyah dan Al-Asy’ariyah. Dalam ilmu syari’ah wajib menganut salah satu dari empat imam madzhab. Dan dari segi akhlak tasawuf mengikuti Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi,” jelas beliau.

Dirinya juga menjelaskan, dalam menjalani kehidupan sehari-sehari, para da’iyah diharuskan memiliki sikap yang sesuai dengan karakter Aswaja. “Sikap At-Tawasut (moderat), At-Tawazun (seimbang), Al-I’tidal (tegak lurus), dan Tasamuh (toleran),” terangnya.

Sementara itu, Ny Hj Choirun Nisa’ selaku penyaji kedua berharap agar para da’iyah harus membekali diri dengan konsep Manhajul Fikr dan terus berdakwah serta mampu menganalisa keadaan sekitar.

Ketua Fordaf NU Sumenep, Ny Hj Fathatur Rahmani mengatakan, Fordaf adalah wadah untuk saling belajar, amar makruf nahi munkar, dan melanjutkan visi perjuangan Rasulullah SAW.

“Salah satu visi Rasulullah SAW adalah membawa syiar Islam Rahmatan lil Alamiin berlandaskan Aswaja,” ungkap Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Yaqin Lembung Barat, Lenteng itu.

Di kesempatan yang sama, Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny Hj Dina Kamilia menyampaikan pentingnya kaum perempuan untuk berorganisasi sebagai bagian mengabdi kepada masyarakat.

“Dengan berorganisasi, kita menjadi lebih baik sebagai istri dan ibu, juga sebagai bagian upaya mengabdi kepada masyarakat,” tandasnya.

“Fatayat bukanlah saingan bagi banom-banom NU yang lain, kami justru ingin bersinergi dengan badan otonom yang ada di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep,” sambungnya.

“Komitmen kami tidak lain untuk sama-sama menguatkan masyarakat berbasis NU agar nantinya tercerahkan wawasan keagamaannya, tidak mudah digilas oleh paham-paham lain yang bertentangan dengan ajaran Aswaja,” lanjut beliau.

Di samping itu, Pembina PC Fatayat NU Sumenep Ny Hj Dewi Khalifah juga berharap, melalui Fordaf ini para nyai saat ini sudah saatnya terjun untuk berdakwah ke tengah-tengah masyarakat tidak lagi dengan cara tradisional.

“Dakwah bisa juga secara online melalui media sosial, agar masyarakat tahu yang kita lakukan di NU. Hal-hal baik harus diunggah ke media agar menginspirasi banyak orang. Hal ini juga bagian dari tugas da’i atau da’iyah NU,” jelas Wakil Bupati Sumenep ini.

Kemudian, Kiai Zainul Hasan, Sekretaris PCNU Sumenep juga berharap, agar Fordaf ikut membantu menyiarkan dakwah Aswaja baik bil lisan, bil hal, maupun bil kitabah.

“Harapannya Fordaf juga mampu membangun sinergi dengan banom dan lembaga di PCNU Sumenep,” ungkap beliau.

“Di samping itu Fordaf harus membela NU, kiai, ulama, dan ibu nyai dari serangan paham-paham di luar Aswaja. Adakan pertemuan rutin untuk saling berbagi pengetahuan sehingga kelak mampu membumikan Aswaja di tanah air tercinta ini,” pungkasnya.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga