Bluto, NU Online Sumenep
Dalam rangka membiasakan siswa mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, sejumlah sekolah maupun madrasah menyelenggarakan shalat Dluha secara berjamaah bersama para peserta didiknya.
Atas dasar itu, Madrasah Ibtidiyah (MI) At-Taufiqiyah Aengbaja Raja, Bluto melaksanakan shalat Dluha dengan berjamaah, Kamis (24/03/2022) di halaman madrasah setempat.
“Shalat Dluha adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu Dluha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat Dluhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas,” jelas Maulidi selaku guru MI At-Taufiqiyah, Aengbaja Raja itu.
Mahasiswa Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini menegaskan, shalat Dluha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari.
“Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi hingga pukul 5 sore) dibagi empat, maka shalat Dluha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan,” tegasnya.
Menurutnya, hal ini dilakukan agar setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari Shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat Dluha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat Dluhur dan keempat shalat Ashar.
“Jika demikian, maka dalam satu hari kehidupan kita tidak pernah kosong dari melaksanakan shalat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan shalat Dluha berjamaah ini dilaksanakan setiap hari menjelang masuk kegiatan belajar mengajar. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan Juz Amma.
Editor : Ach. Khalilurrahman

