Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Siswa yang menempa ilmu di Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk, digembleng agar menjadi insan yang siap terjun di masyarakat dan dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan selanjutnya di dunia perkuliahan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Moh Rozy Zamroni selaku Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) dalam acara ‘Sharing Alumni’ yang diselenggarakan oleh Siswa Kelas Akhir (SISKA) MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk Tahun Pelajaran 2021-2022, Kamis (24/03/2022) di Aula setempat.
“Ini bukan tentang bagaimana bisa kaya ataupun mendapatkan segalanya. Di kampus luar itu kita akan belajar banyak hal, khususnya untuk diri sendiri dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar” ucap alumni MA 1 Annuqayah itu.
Menurut pria asal Kecamatan Saronggi ini, ada beberapa hal yang penting untuk dilihat dan diperhatikan bersama dalam rangka melanjutkan pendidikan di kampus luar.
“Diantaranya, mengenal diri sendiri
sebelum melangkah jauh ke luar. Dari itu, kita wajib mengenal diri sendiri. Ada banyak hal untuk mengenalnya, tergantung pada mereka yang menginginkan dengan cara yang beragam, karena hal tersulit dalam hidup adalah mengenal diri sendiri,” jelasnya.
“Setelah kita megenal diri, barulah kita mulai dengan hal-hal ini yaitu mengupgrade diri, berani mengambil keputusan. Jangan takut menghadapi tantangan, dan mempunyai tujuan yang jelas untuk kuliah,” lanjutnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk ini menyatakan, pada intinya hal itu semua merujuk kepada kerja keras dan semangat untuk melanjutkan kuliah. “Karena sukses tidaknya seseorang, tergantung pada dirinya sendiri, bukan pada orang lain,” tegas Moh Rozy Zamroni.
Peraih Beasiswa Pascasarjana UM ini juga berharap, di sisi lain, sebagai santri minimal ada satu hal yang harus digenggam, yaitu akhlak. Karena santri indentik dengan orang yang punya akhlak dan bisa bijaksana antar sesama manusia.
“Ketika mau kuliah, bagi adik-adikku yang mau kuliah, ataupun yang lainnya, di luar pondok ataupun tidak, mari bertanya pada diri sendiri, untuk apa kulaih? Kenapa mau kuliah keluar?,” tanyanya kepada seluruh SISKA MA 1 Annuqayah.
“Karena pada hakikatnya kuliah bukan hanya ajang pamer bahwa kita sudah punya predikat sebagai mahasiswa, tetapi kita juga harus menjadi manusia yang berguna,” ungkapnya sambil melontarkan senyuman.
Dirinya juga menyebutkan ada beberapa beasiswa yang bisa dinikmati oleh para siswa sebagai sarana untuk melanjutkan kuliah di luar.
“Diantaranya, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Unggulan, Belasiswa Talenta, Beasiswa Djarum, Beasiswa Santri, Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Beasiswa Bank Indonesia (BI), dan masih banyak pilihan atau bahkan ratusan beasiswa yang bisa kalian perjuangkan,” sebutnya.
“Oleh karena itu, untuk masalah finansial Insyaallah bisa teratasi dengan ikut andil dalam beasiswa tersebut,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Ach Zahid selaku pemateri juga berceita pengalaman bahwa semua orang punya kesempatan untuk kuliah di jenjang yang lebih tinggi, meskipun berasal dari keluarga yang kurang mampu.
“Intinya kita punya semangat untuk kuliah. Soal biaya pasti akan datang dengan cara yang tidak terduga. Seperti pengalaman kami yang Alhamdulillah meraih beasiswa ketika S1 dulu, hingga dapat beasiswa LPDP untuk kuliah S2 ke luar negeri, tepatnya di Amerika Serikat (AS),” jelas Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan itu.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa ini juga mengatakan, tantangan kuliah di luar adalah aqidah, syariah, dan akhlak. Sehingga diharapkan agar tetap sesuai dengan yang diajarkan oleh masyaikh di Pondok Pesantren Annuqayah.
“Tidak ada mantan santri, bagi mereka yang mau kuliah di luar harus tetap menjaga nilai-nilai dan tradisi yang sudah diajarkan di Annuqayah,” jelas alumni MA 1 Annuqayah itu.
Pria asal Kecamatan Rubaru ini mengingatkan, jangan sampai memandang kampus luar itu lebih unggul dari Instika atau IST Annuqayah, karena pada intinya akan kembali pada personal masing-masing. “Lebih baik menjadi Gajah di negeri Semut daripada menjadi Semut di negeri Gajah,” terangnya.
Dirinya juga berharap, agar para siswa mempunyai cita-cita yang tinggi. “Minimal kita mampu mengharumkan nama Pondok Pesantren Annuqayah dengan beragam prestasi yang diraih, meskipun kita sudah menjadi alumni nantinya,” harapnya.
Editor : Firdausi

