Image Slider

Gali Data, NU Sumenep Kuatkan Ranting Melalui Turba

Batuan, NU Online Sumenep

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, gelar silaturrahim dan penguatan organisasi di Masjid Ar-Rahman Torbang, Batuan, Ahad (5/12/2021). Acara diawali dengan pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batuan yang dibai’at oleh KH Hafidzi Syarbini.

Saat pelantikan berlangsung, tampak Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dilantik dalam kesempatan tersebut. Secara struktural, beliau menjabat sebagai A’wan MWCNU setempat.

Usai pelantikan, pengurus PCNU Sumenep melakukan penguatan MWCNU dan dua belas Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Batuan. Langkah yang dilakukannya adalah mengidentifikasi dan mewawancari seluruh pengurus guna mengetahui beberapa kekurangan yang ada di dalamnya.

Irwan Sujatmiko selaku Wakil Sekretaris PCNU Sumenep menjelaskan bahwa ada beberapa instrumen yang didata oleh pihaknya, yaitu kondisi kepengurusan Syuriyah, Tanfidziyah, dan lembaga. Selain itu, jam’iyah harus memilkki kegiatan rutinan dan insidental.

“Kami juga melacak kondisi Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU), lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU yang ada di sana,” ujar dewan pengarah Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Sumenep itu.

Tak hanya itu, pihaknya mengecek administrasi ranting yang selama ini sudah berjalan lama. Yakni, Surat Keputusan (SK) pengurus, SK lembaga, program kerja, struktur organisasi, dokumen kegiatan, surat menyurat, buku kas, plang NU, dan i’anah syahriyah.

“Kami berharap data yang kami kumpulkan bisa memberikan solusi yang terbaik untuk penguatan ranting,” tuturnya.

Setelah mendata beberapa instrumen, Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Abd Wasid membacakan rekomendasi yang harus dilaksanakan oleh pengurus MWCNU setempat, antara lain: menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker), membentuk lembaga, menggerakkan Banom NU yang mati suri serta mendeklarasikan Banom NU yang belum ada di sana.

“Lembaga sebagai departementasi NU adalah inti dari kegiatan di MWCNU. Oleh karenanya, bentuklah lembaga sebagaimana kebutuhan yang ada,” pintanya.

Hal terpenting, tambahnya, administrasi dan dokumentasi harus dijaga. “Bangun koordinasi antara syuriyah, tanfidziyah, lembaga, ranting, dan Banom. Jika dioptimalkan, maka Kecamatan Batuan akan diramaikan dengan kegiatan NU yang bersifat diniyah dan ijtimaiyah,” tandasnya.

Editor: Ach Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga