Batang-Batang, NU Online Sumenep
Seperti agenda rutin sebelumnya, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batang-Batang kembali menggelar silaturahim dan konsolidasi dengan seluruh Badan Otonom (Banom) NU dan Pengurus Ranting Nahdatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Batang-Batang, Ahad (5/12/2021).
Dalam kesempatan itu, Kiai Masyhuri selalu ketua MWCNU Batang-Batang, menyampaikan bahwa umat akan terbagi menjadi 73 golongan. Dari jumlah itu nantinya akan ada golongan yang selamat, yaitu golongan Ahlussunnah wal Jamaah.
“Aswaja An-Nahdliyah salah satunya,” ucapnya, saat acara yang dipusatkan di PRNU Banuaju Barat itu.
Alumni Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu melanjutkan, kendati sama-sama Aswaja, namun dalam beberapa amaliyah terdapat perbedaan. Ia meminta Nahdliyin untuk konsisten dalam bermadzhab.
“Dalam bermazhab kita harus konsisten, jangan ambil enaknya saja,” terangnya.
Sementara, Wakil Rais MWCNU Batang-Batang, Kiai Asy’ari menegaskan, bahwa latar belakang berdirinya NU diinisiasi oleh kalangan santri. Maka dalam mengambil keputusan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari selalu meminta restu dari sang guru.
“Seperti saat mau mendirikan NU, Kiai Hasyim datang kepada gurunya Syikhona Muhammad Kholil Bangkalan untuk meminta restu,” tuturnya.
Kiai Asy’ari beranggapan bahwa beberapa fungsi dari struktur NU ditujukan untuk menjaga tradisi yang telah diwariskan. Ia meminta untuk melaksanakan dan menghormati jajaran struktur dengan baik untuk menjaga tradisi tersebut.
“Misalnya di struktur NU ada Rais Syuriah, maka fungsikan dalam menentukan keputusan,” pungkasnya.
Pewarta: M Shafwan Yusqi
Editor: A Warits Rovi

